Kecam AS, Ahmadinejad Diboikot

Sabtu, 24 September 2011 – 09:25 WIB

NEW YORK - Sebuah peristiwa menarik mewarnai Sidang Umum PBB di Kota New York, Amerika Serikat (AS), Kamis waktu setempat (22/9)Delegasi Amerika Serikat (AS) walkout saat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berpidato tentang Holocaust dan serangan 11 September 2001 alias 9/11

BACA JUGA: Paus pun Kritik Larangan Bercadar



Dalam pidatonya di hadapan negara-negara anggota PBB tersebut, Ahmadinejad kembali mengangkat isu sensitif tentang Holocaust
"Beberapa negara Eropa masih tetap menggunakan Holocaust, yang sudah berlalu selama enam dekade, sebagai alasan untuk memberikan bantuan terhadap Zionis (Israel)," kritik pemimpin 54 tahun tersebut seperti dilansir Agence France-Presse kemarin (23/9).

Ahmadinejad juga memprotes keberpihakan AS terhadap Israel

BACA JUGA: Dukung Kemerdekaan, Palestina Bangga dengan Indonesia

Menurut dia, selama sekitar enam dekade terakhir, Negeri Paman Sam menganggap Israel sebagai negara yang istimewa
Karena itu, AS selalu membela Israel meskipun untuk mewujudkan hal tersebut, AS harus mengorbankan negara lain

BACA JUGA: AS Teror Negara Pendukung Palestina

Dia lantas menyebut konflik Israel dan Palestina sebagai salah satu contoh

Para diplomat AS yang duduk di ruang sidang pun kebakaran jenggot begitu mendengar tudingan Ahmadinejad tersebutSebelum pidato 20 menit itu berakhir, delegasi AS beranjak dari kursi mereka dan meninggalkan ruang sidang begitu sajaLangkah tersebut lantas diikuti oleh delegasi 27 negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa (UE)

"Ahmadinejad diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi rakyatnya tentang kebebasan dan martabat negara, tapi dia malah menggunakannya untuk berpidato tentang teori konspirasi dan anti-Semit," keluh Mark Kornblau, jubir misi AS di PBBKomentar yang sama disampaikan para diplomat EropaMereka menganggap pidato Ahmadinejad kali ini sudah keterlaluan

Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron yang berpidato setelah Ahmadinejad juga mengkritik sikap orang nomor satu Iran tersebut"Dia tidak mengatakan kepada kita semua bahwa dia memimpin sebuah negara yang sebenarnya punya hak untuk menerapkan kebebasan berpendapat, tapi tak bisa terwujudMereka membatasi kebebasan media dan menangkapi oposisi," tandasnya.

Bersamaan dengan itu, sekitar 400 orang menggelar unjuk rasa di luar kompleks markas utama PBBDi luar pagar baja yang melindungi kompleks tersebut, mereka memprotes rezim AhmadinejadSambil mengusung spanduk bertuliskan People?s Mujahedeen Organization of Iran, mereka mengkritik represi yang dilakukan pemerintahan Ahmadinejad terhadap oposisi.

Beberapa jam setelah berpidato di hadapan Sidang Umum PBB, Ahmadinejad melakukan wawancara eksklusif dengan Associated PressDalam percakapan itu, presiden garis keras itu meragukan serangan 9/11Dia yakin, 9/11 hanyalah teori konspirasi AS untuk membenarkan agresi militer ke AfghanistanSebagai insinyur, dia tak yakin, gedung sekokoh WTC bisa tumbang hanya dengan ditabrak dua pesawat

"Saya yakin, menara kembar itu roboh karena ada mekanisme khusus yang sengaja diterapkanPasti ada peledak yang sengaja diletakkan di sana untuk memperburuk efek tabrakan pesawat," tandasnyaKarena itu, dia mengimbau masyarakat internasional, khususnya PBB, melakukan investigasi independen terkait insiden tersebut(AFP/AP/hep/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Ini, Negara Palestina Dideklarasikan di Sidang Umum PBB


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler