Kecaman Mubaligh Muda untuk Tindakan KKB terhadap Ustaz dan Pendeta

Rabu, 20 Juli 2022 – 22:30 WIB
Evakuasi korban penyerangan KKB, Sabtu (16/7). (ANTARA/HO/Lanud YKP Timika)

jpnn.com, JAKARTA - Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI) angkat suara menyikapi peristiwa aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membantai sejumlah warga sipil di Nogolaid, Nduga, Papua, pada Sabtu (16/7). 

Akibat peristiwa tersebut sebelas orang meninggal dunia, termasuk dua tokoh agama Islam dan Kristen, Ustaz Daeng Marannu dan Pdt. Eliaser Banner. 

BACA JUGA: Anggota DPR Tekankan Penegakan Hukum Tangani KKB Papua

Koordinator Nasional JAMMI Irfaan Sanoesi menyampaikan belasungkawa terhadap para korban dan mengecam aksi keji KKB yang tidak berperikemanusiaan. 

“JAMMI turut berbelasungkawa atas korban sipil. Dua di antaranya merupakan tokoh agama. Kami mengutuk keras aksi KKB yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan hati nurani," kata Irfaan Sanoesi dalam keterangannya, Rabu (20/7). 

BACA JUGA: Pola Teror KKB Papua Dinilai Berubah, Coba Cermati Pernyataan 2 Legislator Ini

Irfaan menyebut aksi brutal yang dilakukan KKB sudah melampaui batas. 

Menyerang secara membabi buta kepada orang yang tak bersalah, termasuk tokoh-tokoh agama yang semestinya dihormati dan diteladani setiap perangainya. 

BACA JUGA: Konon Inilah Pentolan KKB Dalang Pembantaian Warga Sipil di Nduga

“Kabar yang kami dapat Ustaz Daeng Marannu adalah mubalig di Masjid Kenyam Kampung Nogolait, Nduga, Papua,” ungkapnya. 

Dia mengatakan ustaz selalu menyampaikan pesan-pesan persatuan dan persaudaraan di tiap ceramahnya. “Pengabdiannya terakhir ketika menjadi khatib saat Iduladha,” jelasnya. 

"Mereka (KKB) menyambut Ustaz Daeng dengan tindakan brutal yang tidak punya hati nurani. Semoga (Ustaz Daeng) mati syahid dan husnulkhatimah, karena membela nyawa orang lain dan membela tanah air,” tambahnya. 

Irfaan kemudian menyebut bahwa Pdt. Elias Banner tewas ditembak saat melerai penganiayaan yang dilakukan KKB. 

“Sangat prihatin dan sedih ketika seorang yang tulus hendak melerai penganiayaan, justru mendapatkan perlakuan yang biadab yang dilakukan oleh KKB,” ungkapnya. 

“Pak pendeta melindungi masyarakat dengan segenap jiwa raganya, berani berkorban meski harus meregang nyawa akibat tindakan keji KKB,” tambah Irfan. 

Dia kemudian mendesak aparat keamanan agar mengusut tuntas peristiwa yang terjadi. 

“Semua pelaku, baik aktor intelektual maupun eksekutornya harus diproses hukum dan menerima sanksi yang setimpal,” kata Irfaan. (gir/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler