Kecelakaan Lalu Lintas, Pensiunan Polisi Tewas

Selasa, 15 Agustus 2017 – 23:57 WIB
Police Line

jpnn.com, SURABAYA - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemur Andayani, Surabaya baru-baru ini. Korbannya Sartono, pensiunan polisi dengan pangkat terakhir AKBP.

Wiwi, adik kandung korban, menceritakan bahwa Sartono pergi pada Sabtu pagi (12/8) bersama rombongan takmir Masjid Peneleh.

BACA JUGA: Tak Kuat Mendaki, Truk Pengangkut Pupuk Kandang Hantam 4 Mobil

Rombongan tersebut menuju ke Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung.

''Kakak saya itu memang sebagai takmir di sana. Itu juga agenda setiap tahun untuk mencari hewan kurban,'' katanya.

BACA JUGA: Fuso Terguling, 19 Ton Kaca Tumpah di Jalintim Ogan Ilir

Rombongan menumpang mobil Sartono, yakni Kijang bernopol L 1211 RM. Saat berangkat ke luar kota, mobil dikemudikan rekan sesama pengurus masjid.

''Sepulang mencari hewan kurban, rombongan diturunkan di Masjid Peneleh. Kakak saya lalu mengemudikan mobilnya sendiri dari masjid ke rumah,'' lanjut perempuan 56 tahun tersebut.

BACA JUGA: Bonceng Tiga Motor Ngebut, Dua Pelajar Tabrak Pohon

Nah, dalam perjalanan pulang, di depan sebuah bank swasta di Jalan Andayani, mobil yang dikemudikan korban oleng. Kemudian, mobil nyangkut di pembatas jalan.

Seorang saksi, Hary Setiawan, menuturkan bahwa dirinya mendengar suara benturan yang cukup keras dari arah jalan raya.

''Setelah saya lihat, mobil sudah naik ke pembatas jalan,'' kata petugas satpam bank swasta itu.

Hary bersama beberapa warga sekitar bergegas mendatangi mobil untuk menolong korban.

''Pengemudi sudah nggak sadar, tapi masih bernapas pas saya bopong menuju pos," ungkapnya.

Tidak lama berselang, petugas linmas dan polisi Unit Laka Polrestabes Surabaya tiba di lokasi.

Sartono dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Namun, takdir berkata lain. Pria yang menjadi Kapolsek Semampir pada 2011 itu mengembuskan napas terakhir di usia 59 tahun.

Kanitlaka Lantas Polrestabes Surabaya AKP Bayu Halim Nugroho menuturkan, korban meninggal bukan karena benturan atau luka berat akibat kecelakaan.

Dia mengungkapkan, korban mungkin mengantuk akibat kecapekan sepulang dari luar kota.

''Dugaannya, konsentrasi korban saat mengemudi menurun. Akibatnya, mobil oleng. Korban yang kaget membanting setir ke kanan dan menghantam pembatas jalan,'' jelasnya. (han/c15/fal/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Salah Injak Pedal, Tentara AU pun Dibuat Repot


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler