Kekuatan Doa dan Air Mata Sang Ibu Iringi Windy Cantika Raih Medali Olimpiade Tokyo

Sabtu, 24 Juli 2021 – 21:09 WIB
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah bersiap melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg. FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan/wsj.

jpnn.com, JAKARTA - Windy Cantika Aisah mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Ibunya, Siti Aisah pun tak dapat menahan air mata saat menyaksikan putrinya Windy Cantika mendapat kalungan medali perunggu di Olimpaide Tokyo 2020.

BACA JUGA: Mbak Farida Setiap Hari Buka Warung Sayur, Ternyata Cuma Kedok Belaka

Walaupun hanya menyaksikan putrinya bertanding dari layar kaca, untaian doa selalu tercurah untuk Cantika yang tengah berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Alhasil tangis haru tidak henti-hentinya berhenti dari Siti Aisah saat tahu putrinya menaiki podium juara ketiga dan bersanding dengan juara-juara lainnya.

BACA JUGA: Osimin Wenda Ditangkap di Puncak Jaya Papua

"Saya terus berdoa selama Cantika tampil. Dada saya berdetak sangat sangat kencang apalagi melihat Cantik sempat dua kali mengalami kegagalan di angkatan Snatch,”

“Begitu Cantika meraih medali perunggu tak terasa air mata deras mengalir di pipi saya. Begitu juga suami dan adik-adiknya yang sengaja berkumpul di rumah juga ikut meneteskan air mata kebahagiaan," ungkap Siti Aisah dari rilis yang diterima jpnn.com dari KOI.

BACA JUGA: Oknum Polisi Terlibat Pembegalan, Modusnya Berlagak Debt Collector, Bonyok Diamuk Warga

Sang ibu selalu mengingat bagaimana perjuangan putrinya yang masih belia menjadi atlet angkat besi. Berbekal semangat dan keyakinan yang dimiliki anaknya, Siti Aisah hanya bisa mendoakan anaknya untuk bisa sukses ke depan kariernya sebagai atlet angkat besi.

"Semua itu terjadi karena teringat begitu beratnya perjuangan Cantika. Bukan hanya menghadapi lawan-lawannya lifter kelas dunia tetapi semangatnya yang sangat tinggi untuk bisa meraih prestasi.

“Padahal, Cantika itu sempat positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri selama sebulan di hotel. Kalau tidak salah kejadian itu pada bulan Desember 2020," tambahnya.

Kebahagiaan Siti Aisah jadi bahagia seluruh masyarakat Indonesia karena putrinya Cantika berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang olahraga bergengsi seantero dunia.

Keinginan Cantika mengoleksi medali kejuaraan dunia akhirnya terwujud berkat kegemilangannya di Olimpiade Tokyo berhasil membawa pulang medali perunggu.

Kesuksesan yang diraih Cantika kemudian membuka ingatan Siti Aisah yang selalu melihat anaknya berlatih sedari dulu menggunakan barbel dari semen.

"Cantika memang pernah menanyakan tentang barbel semen itu kok masih ada. Ya, itu barbel dari semen akan tetap saya simpan sebagai kenangan," kenang Siti Aisah.

Atlet angkat besi Indonesia Windy Cantika Aisah berhasil menjadi orang pertama yang meraih medali bagi Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Bermain di Hall Tokyo International Forum, Sabtu (24/7) WIB, Cantika -sapaan akrab Windy Cantika Aisah- berhasil meraih medali perunggu di nomor 49 kg setelah berhasil mengangkat beban seberat 194 kg dengan rincian 84 kg snatch dan 110 clean & jerk.

BACA JUGA: Bikin Malu Polri, Brigadir AN Dipecat dengan Tidak Hormat

Pada pertandingan ini, Hoi Zhihui dari China berhak mendapat medali emas usai mampu mengangkat beban seberat adalah 210 kg. Sementara medali perak jatuh ke tangan Chanu Mirabai dari India yang sukses mengangkat beban seberat 202 kg. (koi/mcr16/jpnn)


Redaktur & Reporter : Muhammad Naufal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler