Kelas Menengah Tumbuh, Permintaan Rumah Menengah Naik

Senin, 04 Mei 2015 – 06:20 WIB

jpnn.com - SURABAYA - Permintaan rumah menengah mengalami peningkatan tahun ini. Karena itu, pengembang juga agresif menawarkan proyek perumahan. Kegiatan pameran tersebut dinilai efektif untuk menggenjot penjualan. 

Direktur PT Citra Pamerindo Abadi Zainal Abidin menyatakan, gairah masyarakat untuk membeli rumah meningkat. Menurut dia, kapan pun menjadi momen yang tepat untuk membeli properti. Apalagi, harga rumah terus mengalami kenaikan. Dia memperkirakan, harga properti di Jatim tahun ini saja naik 20-50 persen. 

BACA JUGA: Wow! Rumah Harga Rp 500 Juta-Rp 1 Miliar Laris Manis

''Saat ini permintaan terhadap rumah masih tinggi. Bagaimanapun, rumah menjadi kebutuhan setiap orang, khususnya pasangan muda. Dengan kredit perbankan, tentu setiap orang bisa memiliki rumah. Fasilitas KPR membantu masyarakat yang tidak bisa membeli tunai. Apalagi, harga rumah terus naik,'' katanya kemarin (3/5).

Menurut dia, harga permintaan yang paling tinggi untuk rumah segmen menengah Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. Tingginya permintaan di segmen tersebut didorong pertumbuhan kelas menengah. ''Segmen lain seperti rumah mewah juga diminati. Tapi, permintaannya tidak setinggi rumah menengah,'' ujarnya.

BACA JUGA: OJK Jadikan 2015 Tahun Penguatan Integritas

Dia menuturkan, saat ini banyak masyarakat yang membeli properti untuk kebutuhan investasi. Sebab, kenaikan harga properti sangat menjanjikan sehingga menjadi alternatif investasi yang dicari. Tapi, khususnya di segmen rumah menengah, hal itu didominasi end user

Saat ini tren investasi di kota besar seperti Surabaya bergeser ke hunian vertikal seperti apartemen. ''Sebab, di Surabaya lahan makin terbatas. Makanya, pengembangan proyek properti mengarah ke hunian bertingkat,'' jelasnya. 

BACA JUGA: Berbagi Cerita Kesuksesan Jadi Miliarder

Untuk memfasilitasi kebutuhan konsumen terhadap properti, pihaknya bekerja sama dengan REI Jatim untuk menyelenggarakan pameran properti di JX International. Zainal memaparkan, ada 70 pengembang dengan lebih dari 200 proyek yang tersebar di Jatim. Di antaranya, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Mojokerto, dan Pandaan.

''Ini event kali kedua untuk lokasi yang sama. Sebelumnya, kami menyelenggarakan event serupa pada Oktober 2014. Kendati masih trial, pada hari pertama pameran, Sabtu (2/5), respons pembeli sangat positif. Meski konsumen menghadapi pelemahan rupiah hingga kenaikan harga BBM, minat membeli properti masih tinggi. Bukan hanya pembeli dari Surabaya, tapi dari luar kota juga tinggi,'' terangnya. Dalam event kali ini, pihaknya menargetkan transaksi penjualan bisa menembus Rp 250 miliar. (res/c22/tia)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... BPK Sesalkan Isu Miring Swap Mitratel yang Rugikan Negara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler