Kelola Blok Rokan Mulai 2021, Pertamina Dinilai Bisa Ciptakan Efek Domino

Jumat, 20 Maret 2020 – 04:10 WIB
Ilustrasi pegawai PT Pertamina. Foto: Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Langkah Pertamina untuk mengambil alih kelola Blok Rokan pada 2021 dinilai bisa membawa efek domino bagi masyarakat Riau.

Selain manfaat ekonomi, berbagai sektor lain juga akan terimbas positif, seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

BACA JUGA: Cegah Penularan Virus Corona, Layanan Pesan Antar Pertamina Dinilai Sangat Inovatif

“Sebagai industri ekstraktif dengan kapital besar seperti migas, memang bisa menciptakan multiplier effect,” kata Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa.

Contoh paling sederhana, lanjut dia, para pekerja Pertamina di Blok Rokan akan membelanjakan gajinya untuk barang dan jasa di lokasi sekitar atau di ibu kota.

BACA JUGA: Seperti ini Cara Pertamina Mencegah Penyebaran Virus Corona di SPBU

Selain itu, terdapat aktivitas bisnis dari mata rantai produksi migas yang melahirkan permintaan barang dan jasa yang lebih tinggi sehingga akan menumbuhkan industri lain seperti restoran, hotel/penginapan dan jasa-jasa lain.

Dari sisi ekonomi, tidak hanya masyarakat merasakan manfaat namun juga masyarakat Pemda setempat.

BACA JUGA: Pertengahan 2020, Pertamina Targetkan Digitalisasi SPBU Tuntas

Pemda mendapat dana bagi hasil dan dapat pajak-pajak daerah dan masyarakat menerima bantuan CSR serta kesempatan kerja.

“Sebagai BUMN, Pertamina bahkan bisa memberikan lebih kepada masyarakat lewat program-program tambahan,” tutur Fabby.

Terkait CSR, Fabby yakin bahwa Pertamina sudah memiliki berbagai program unggulan yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Termasuk bidang pendidikan anak, pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan sanitasi, pengelolaan lingkungan, serta pendampingan pada usaha kecil dan UMKM,” tegasnya.

Di sisi lain, Fabby optimistis bahwa Pertamina mampu mengelola blok tersebut. Selain sudah berpengalaman, BUMN tersebut juga merupakan salah satu operator ladang minyak terbesar di Indonesia.

Hanya saja, karena Rokan merupakan lapangan yang sudah mature dan melewati puncak produksi, Pertamina harus memastikan tingkat produksi optimal dan memperlambat laju penurunan.

“Itu tantangan Pertamina. Untuk itu pula diperlukan investasi dalam bentuk eksplorasi sumur dan penggunaan teknologi EOR,” tandasnya.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler