Kelompok Tani Binaan Program DMPA Panen Tomat dan Cabai, Hasil Bersih Rp57 Juta

Rabu, 02 Juni 2021 – 19:42 WIB
Kelompok Tani Sumber Rezeki binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) PT Surya Hutani Jaya. Foto: Humas PT Surya Hutani Jaya

jpnn.com, KUTAI KARTANEGARA - Kelompok Tani Sumber Rezeki binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) PT Surya Hutani Jaya berhasil memanen tomat sebanyak 3,5 ton dan cabai 1,1 ton.

Kelompok tani tersebut berhasil mendapatkan penghasilan bersih lebih dari Rp57 juta.

BACA JUGA: Eko Putro Sebut DMPA Sejalan dengan Program Kemendes

Kelompok tani yang berasal dari Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini selain berhasil meningkatkan pendapatannya, juga aktif mengajak masyarakat sekitar mengelola dan membuka lahan dengan cara tidak melakukan pembakaran.

Hal ini bertujuan agar desa dan kawasan sekitar terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BACA JUGA: 3 Manfaat Hebat Tomat untuk Penderita Asam Urat

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki, Saiful mengungkapkan, kelompok tani binaannya juga telah beberapa kali panen berkat binaan program DMPA PT Surya Hutani Jaya yang merupakan mitra pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas.

“Jika dihitung, total panen sebelumnya untuk tomat mencapai lebih dari 20 ton dan cabai sekitar 2 ton,” kata Saiful.

BACA JUGA: Detik-Detik Handhy Membawa Ransel Berisi Uang ke Lantai 3 Gedung Kemensos, Sontoloyo!

Saiful juga aktif membantu petani lain berupa bibit, pupuk dan saprodi pertanian. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang cukup melimpah, serta agar program DMPA ini juga dirasakan petani-petani lainnya.

Diketahui, program yang diberikan pihak perusahaan kepada kelompok tani Sumber Rezeki, seperti budidaya cabai, tomat, timun, semangka dan jagung. Program DMPA ini sudah dimulai sejak 2018.

Head External Relation PT Surya Hutani Jaya Rudi Sasgo mengatakan, perusahaan berharap agar program DMPA yang sudah diberikan bisa terus dikembangkan dan berkelanjutan.

Harapannya, tidak hanya kelompok Sumber Rezeki yang merasakan manfaat program ini, tetapi kelompok-kelompok lainya yang berada di sekitar perusahaan.

"Melalui program ini diharapkan tercipta hubungan harmonis antara masyarakat, pihak desa, dan perusahaan, sehingga bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lestari dan terhindar dari karhutla," ungkap Rudi Sasgo dalam keterangannya, Rabu (2/6).

Program DMPA sendiri bertujuan mengajak dan membina masyarakat untuk mengelola lahan secara agroforestri, dan tidak melakukannya dengan cara dibakar. Selain itu, memberi kesempatan masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya.

Di Kaltim program DMPA inisiasi APP Sinar Mas bersama mitra pemasoknya telah berjalan di 25 desa dengan total penerima manfaat mencapai 200 KK yang tersebar pada 3 kabupaten.

Sedangkan di tahun 2021, ditargetkan menambah 5 desa sebagai penerima manfaat program DMPA. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler