Keluarga Mandela Rawan Terpecah

Minggu, 08 Desember 2013 – 02:20 WIB

jpnn.com - JOHANNESBURG - Namanya mewakili simbol perdamaian dan demokrasi di seluruh dunia. Namun, pada tahun-tahun terakhir masa hidupnya, keluarga besar Nelson Mandela sedang berperang memperebutkan harta warisan senilai lebih dari GBP 10 juta atau sekitar Rp 194 miliar. Sepeninggal pria yang biasa dipanggil Madiba itu, banyak kalangan khawatir sengketa di internal keluarga Mandela semakin menjadi.

Mandela menikah tiga kali dan dikaruniai enam anak. Tinggal tiga di antara mereka yang masih hidup. Semua perempuan. Mereka adalah Makaziwe, Zenani alias Zeni, dan Zindziswa.

BACA JUGA: Pak Harto Pernah Bantu Mandela USD 250 ribu

Makaziwe adalah anak dari pernikahan pertama. Zenani adalah anak dari istri kedua, Winnie Mandela. Dua anak itu dilaporkan terlibat sengketa hukum sejak awal tahun ini, terkait dengan penanganan dana amal senilai GBP 1 juta (sekitar Rp 19 miliar). Untungnya, menurut Star of South Africa, putri ketiga, Zindziswa, tidak ikut berebut duit.

Uang warisan Mandela disimpan di sebuah rekening oleh Mandela pada 2005. Dana tersebut bisa cair untuk putri-putrinya kalau ada kebutuhan mendesak. Mandela ingin anak-anaknya lebih mengejar karir daripada menunggu warisan.

BACA JUGA: Polisi Tolong Maling

Konon, Mandela telah menyimpan hartanya dalam bentuk pendanaan di 27 rekening berbeda setelah kehilangan kepercayaan terhadap anak-anaknya terkait dengan pengelolaan uang yang bisa digunakan pada momen-momen khusus saja dan bukan untuk keperluan sehari-hari.

Tapi, Makaziwe dan Zeni menuntut akses terhadap dana tersebut dan mulai mengajukan gugatan hukum terhadap dua direktur yayasan tersebut. Salah satunya adalah George Bizos, seorang pengacara 84 tahun yang mendampingi Mandela dalam kasus Rivonia Trial pada 1963. Yang lain adalah Tokyo Sexwale, 60, teman satu sel Mandela saat dipenjara di Pulau Robben.

BACA JUGA: Pengangguran di Amerika Mencapai Titik Terendah

Didukung oleh hampir semua cucu Mandela, Makaziwe dan Zenani menuduh bahwa harta yang dikelola pihak ketiga itu seharusnya diberikan kepada mereka.

Bisa dipahami bahwa Mandela telah mengumpulkan harta lebih dari GBP 10 juta dari penjualan otobiografi, karya intelektual, dan menjadikan nama keluarganya sebagai sebuah merek. Keluarganya menjalankan lebih dari 110 perusahaan sebagaimana dilansir harian Beeld.

Makaziwe mendirikan sebuah merek wine House of Mandela dan dilaporkan aktif sebagai direktur di 16 perusahaan lain, meski dia membantah sebagian di antaranya. Makaziwe menolak tuduhan bahwa keluarga Mandela telah mengeksploitasi nama Bapak Bangsa itu.

"Ini adalah nama kami sendiri. Mengapa kami harus meminta maaf karena menggunakannya (untuk keperluan bisnis)?" ujarnya. "Saya bergerak di bidang industri wine. Ada banyak keluarga yang sudah berkecimpung di industri yang sama selama 500 tahun dan tidak ada yang protes mereka mengeksploitasi nama," tegasnya. (Daily Mail/cak/c16/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemburu Hantu Disangka Rampok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler