Kembangkan Bandara Hang Nadim, BP Undang Sebelas Investor Ini

Selasa, 18 Juli 2017 – 09:10 WIB
Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam mengundang sebelas calon investor yang menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan bandar udara Hang Nadim dalam proyek lelang yang akan digelar pada akhir tahun ini.

"Hang Nadim potensial dikembangkan karena ada enam juta penumpang wara wiri selama setahun dengan tingkat pertumbuhan penumpang sebesar 10 persen," kata Pelaksana Harian Direktur Hang Nadim, Dendi Gustinandar di Gedung Marketing BP Batam, Senin (17/7).

BACA JUGA: Inilah Kronologis Penangkapan Kapal Wanderlust Pembawa 1 Ton Sabu

Kesebelas investor tersebut antara lain Incheon dari Korea Selatan, GMR Group dari India, GVK Mumbai dari India, Mitsui dari Jepang, Vinci dari Prancis, Angkasa Pura 2 dari Indonesia, Regnum Resource dari Singapura, Zurich Airport dari Swiss, Munich Airport dari Jerman.

"Dua lagi saya lupa namanya, satu dari perusahaan konsorsium asal China dan satu lagi dari grup perusahaan lokal Indonesia," tambah Dendi.

BACA JUGA: Terungkap! Sabu 1 Ton Itu Dimuat ke Kapal Wanderlust di Perairan Thailand

Sebagian besar dari investor-investor tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan. Namun ada juga yang bergerak di bidang manufaktur seperti Matsui atau GVK yang bergerak di bidang komunikasi.

Sebelas Investor ini telah mendapatkan penjelasan langsung dari BP Batam mengenai keuntungan yang diperoleh ketika mengembangkan bandar udara Hang Nadim Batam.

BACA JUGA: Wow, Setiap ABK Penyeludup 1 Ton Narkoba Itu Diupah Sebegini

"Status tanah seluas 1762 hektar jelas. Kami sudah mempersiapkannya agar bisa dikembangkan sesuai keinginan BP Batam," jelasnya lagi.

Sedangkan untuk investor yang telah mengembangkan ekspansinya di Batam saat ini yakni Garuda Maintenance Facility (GMF) sudah menyetujui untuk menggunakan lahan seluas 23 hektar di samping lahan milik Lion Air seluas 29 hektar.

"Dengan demikian maka Hang Nadim akan menjadi cluster industri. Saat ini GMF tengah mempersiapkan tim pengukur yang akan datang ke Batam untuk melakukan tugasnya," tambah Dendi.

Dendi yakin jika semua lahan yang dimiliki GMF dan Lion dipakai akan memberikan pekerjaan untuk 20 ribu tenaga kerja."Namun mereka pasti akan mengambil yang berskill tentunya," pungkasnya.(leo)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hamdalah, Perusahaan Galangan Kapal Mulai Dapat Pesanan


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler