Kemdikbudristek Bentuk Unit Museum dan Cagar Budaya

Rabu, 23 Agustus 2023 – 22:31 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mulai mengenalkan bentuk pengelolaan baru Museum dan Cagar Budaya (MCB). Foto dok Kemdikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, menyambut kembalinya empat arca peninggalan Kerajaan Singasari dari Belanda ke Tanah Air, pada Selasa (22/8).

Upaya repatriasi ini telah dimulai Kemendikbudristek sejak 2021 dan secara resmi disepakati kedua negara pada 10 Juli 2023 lalu.

BACA JUGA: Lewat Program AKAR Goes To School, Pupuk Indonesia Terapkan Nilai AKHLAK Sejak Dini

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) juga mulai mengenalkan bentuk pengelolaan baru Museum dan Cagar Budaya (MCB) untuk segera mengambil langkah signifikan dalam upaya perbaikan, pelestarian, dan pemeliharaan museum dan warisan budaya nasional.

MCB merupakan lembaga di bawah naungan Kemdikbudristek yang saat ini mengemban tanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia.

BACA JUGA: Begini Upaya Nyata PIS untuk Mengurangi Polusi dan Tekan Emisi

MCB menyampaikan komitmennya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dan menerapkan standar terbaik dalam upaya melestarikan warisan budaya Indonesia.

“Kami akan segera meresmikan MCB tahun ini, sistem yang lebih profesional sudah mulai kami bentuk. Dengan implementasi standar dan praktik terbaik dalam perawatan dan pemeliharaan museum dan cagar budaya, kami berharap dapat menghadirkan museum dan cagar budaya dengan tingkat pelayanan yang lebih baik,” ujar Ahmad Mahendra selaku Plt Kepala Museum dan Cagar Budaya.

BACA JUGA: Ada yang Berupaya Menunggangi Isu Polusi Udara di Jakarta?  

“Selain pengelolaan berstandar, kami juga menaruh perhatian khusus pada 472 artefak hasil proses repatriasi benda sejarah dan budaya dari Belanda ke Indonesia, agar juga bisa terjaga dengan baik dan dimaksimalkan pemanfaatannya bagi Publik," imbuhnya.

Dengan berdirinya MCB, lembaga ini juga akan memastikan pengelolaan yang profesional dan menerapkan standar pelayanan publik.

Saat ini sedang disusun juga peta jalan transformasi pengelolaan sumber daya manusia yang mendorong pengelolaan MCB menjadi semakin profesional.

Langkah ini menjadi penting dalam menjaga kelangsungan warisan budaya kita, khususnya dalam menjaga kondisi fisik artefak dan bangunan bersejarah yang kita miliki, sehingga mampu menghasilkan produk pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan dan wawasan, baik untuk bangsa Indonesia maupun pengunjung luar negeri.

“Kedepannya museum yang berada dibawah naungan MCB bisa beroperasi, bekerja sama dan berkolaborasi dengan komunitas, para tenaga ahli dan pihak swasta, sehingga program museum yang disajikan kepada publik dapat menjadi lebih menarik dan variatif,” jelas Mahendra.

"Kami, kami akan memastikan bahwa standar dan praktik terbaik diterapkan secara konsisten dalam merawat dan memelihara museum dan cagar budaya di seluruh Indonesia," imbuh Mahendra.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler