Kemendikbud Bakal Kirim 1.000 Guru SMK ke Singapura

Kamis, 10 Januari 2019 – 10:50 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana mengirim 1.000 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) ke Singapura. di Negeri Tumasik itu, para guru SMK yang dikirim Kemendikbud akan dibekali pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam penguasaan teknologi 4.0.

“Kami targetkan 1.000 guru, khususnya SMK belajar di sana tahun ini untuk meningkatkan kapasitas guru-guru, terutama dalam penguasaan teknologi 4.0,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (9/1).

BACA JUGA: Pendidikan Antikorupsi Masuk Kurikulum Pendidikan

Ong Ye Kung dalam pertemuan itu mengungkapkan,  Indonesia dan Singapura telah menjalin kerja sama pendidikan yang cukup lama, seperti pertukaran pelajar dan pelatihan guru. Dan kini, Ong mendiskusikan lagi keberlangsungan kerja sama itu dengan Muhadjir.

Sebelumnya Ong dan Muhadjir telah menandatangani kerja sama bidang pendidikan antara kedua negara pada 7 September 2017 di sela-sela acara Leaders’ Retreat di Singapura. Perjanjian kerja sama itu berlaku selama lima tahun.

BACA JUGA: Kemendikbud Gandeng KPK untuk Mengawal Anggaran Pendidikan

Indonesia dan Singapura melalui perjanjian kerja sama itu akan memfasilitasi pertukaran kunjungan siswa untuk membangun ikatan kuat di antara generasi muda. Kerja sama itu juga untuk mempromosikan budaya serta bahasa masing-masing negara.

Selain itu, kerja sama tersebut juga mencakup pertukaran kunjungan guru, tenaga ahli, dan tenaga kependidikan untuk berbagi informasi tentang pedagogi. Dalam kerja sama itu pula kedua negara menyepakati pertukaran kunjungan pejabat kementerian masing-masing untuk berbagi informasi mengenai sistem pendidikan.

BACA JUGA: Pemerintah Bakal Tak Memberlakukan SKTM Dalam PPDB Tahun Ini

”Rata-rata kerja sama itu tiga sampai lima tahun, tetapi harus terus diperpanjang. Yang jadi perhatian utama adalah guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya,” kata Kepala Biro Perencaraan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemendikbud RI Suharti.(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polri Bantah Kabar Polisi Bali Langgar Kedaulatan Singapura


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler