Kemendikbud Bangun SMK Tata Boga dan Perhotelan di Malaysia

Jumat, 04 September 2020 – 21:26 WIB
Pembangunan unit sekolah baru (USB) SMK Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia. Foto: Humas Kemendikbud

jpnn.com, JAKARTA - Kemendikbud melakukan pembangunan unit sekolah baru (USB) SMK Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia dengan kompetensi keahlian tata boga dan perhotelan.

Ground breaking pembangunan USB SMK SIKK dilakukan secara daring oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto, pada Jumat (4/9).

BACA JUGA: Inilah Sebab Industri Masih Enggan Tampung Lulusan SMK

“Mohon izinkan kami mengemban amanah menyalurkan dana pembangunan SMK agar digunakan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Wikan menuturkan, dirinya sempat kaget karena selain jurusan tata boga serta perhotelan dan jasa pariwisata, SMK SIKK juga telah memiliki jurusan teknik pesawat terbang yang masih terbilang jarang.

BACA JUGA: Janda Tebar Pesona, Ada yang Cemburu, Dilampiaskan di Kebun Sawit

“Ini suatu terobosan yang sangat baik, meski membutuhkan dana besar,” katanya.

Wikan pun menjelaskan, berapa pun anggaran pembangunan yang disiapkan harus diiringi juga dengan kesiapan SDM, baik secara kuantitas maupun kualitas.

BACA JUGA: Petinggi Kemendikbud: SMK di Indonesia Tak Kalah dengan Negara Lain

"Bagi kami, faktor kesuksesan 80 persen berasal dari manusia yang berani melakukan terobosan ‘link and match’ dengan industri. Tidak hanya ‘pacaran’, tapi ‘menikah’ dengan industri,” terangnya.

Dalam arahannya, Wikan kembali mengingatkan paket pernikahan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri yang terdiri atas kurikulum yang disusun bersama antara sekolah dan industri, guru industri yang harus mengajar di SMK, magang yang direncanakan sejak awal bersamaan dengan kurikulum, sertifikasi kompetensi, keterserapan lulusan serta guru yang juga harus dilatih industri secara rutin.

“Minimal enam, lalu tambah teaching industry. Inilah ‘link and match’ yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru-gurunya," tegas Wikan.

"Dana yang kami kucurkan ini akan menjadikan SDM unggul dan kompeten di masa depan. Jangan hanya memperhatikan hard skill, tapi soft skill juga penting. Guru-guru dan kepala sekolah harus berani melakukan perubahan."

Oleh karena itu, Wikan berharap kepada kepala sekolah dan guru-guru agar menyiapkan langkah ke depannya.

Sehingga, USB SMK SIKK ini dapat menjadi tanda bangsa ini untuk memimpin dunia dan bersinergi dengan bangsa lain.

“Mari kita resmikan bersama ground breaking ini. Semoga diberi kelancaran, kekuatan, dan kebaikan untuk dunia,” ujar Wikan. 

Sementara itu, Direktur SMK M. Bakrun mengatakan pembangunan SMK SIKK memiliki sejarah panjang karena merupakan amanah Presiden RI untuk mengembangkan sekolah di Malaysia.

“Alhamdulilah pembangunan USB SMK SIKK ini bisa kita mulai dan mudah-mudahan bisa berjalan lancar. Karena siswanya sudah ada, maka kalau tidak secepatnya dibangun pembelajaran tidak dapat berjalan optimal,” jelas Bakrun.

Dia menambahkan, sebenarnya pembangunan USB telah diusahakan pada 2018 dan 2019, tetapi tidak bisa dilakukan.

“Pembangunan USB akan dibagi dalam dua tahap. Tahun ini lantai bawah dengan anggaran Rp 9 miliar, tahun depan lantai 2 dan 3 dengan anggaran sekitar Rp18-19 miliar. Sehingga, akhir tahun 2021 selesai dan bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita,” terang Bakrun.

Kepala SIKK Dadang Hermawan menambahkan, SIKK telah beroperasi sejak 1 Desember 2008 dengan tugas memberikan akses layanan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Adapun SMK SIKK yang mempunyai program kuliner, perhotelan dan jasa pariwisata, serta teknologi pesawat udara juga telah bekerja sama dengan dunia usaha dan industri yang berada di Sabah, Malaysia, yakni hotel, restoran, Layang Layang Aerospace, dan Institut Latihan Perindustrian Kota Kinabalu. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler