Kemendikbud Batal Undang Al Gore di WCF

Pasang Tarif Rp 3,5 Miliar, Dinilai Terlalu Mahal

Jumat, 18 Oktober 2013 – 02:38 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal menghelat kegiatan akbar bertajuk World Culture Forum (WCF) di Bali 24-27 November mendatang. Namun, sejumlah pembicara kaliber dunia batal menghadiri acara tersebut karena urusan fee yang selangit.

Di antara pembicara top dunia yang menjadi incaran Kemendikbud adalah Albert Arnold "Al" Gore. Kemendikbud memastikan batal menghadirkan pemerhati lingkungan sekaligus mantan wakil presiden AS ke-45 itu di WCF 2013 nanti. Alasannya, fee yang ditetapkan pihak Al Gore sangat tinggi. Yakni sekitar Rp 3,5 miliar rupiah.

BACA JUGA: Cerdas Ilmu Pengetahuan dan Spiritual

Anggaran untuk menghelat WCF ini sempat jadi sorotan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud. Irjen Kemendikbud Haryono Umar mengatakan, anggaran untuk pos-pos tertentu dinilai berlebihan.

"Di antaranya itu tadi, untuk mengundang pembicara seminar. Sempat juga akan mengundang Kofi Annan," kata Haryono, Kamis (17/10).

BACA JUGA: Tunjangan Sertifikasi Guru Tidak Jelas

Menurutnya, sebenarnya sah-sah saja mengundang pembicara asing dengan tarif tinggi. Tetapi karena anggaran untuk WCF ini dari APBN, maka panitia harus tunduk pada ketentuan yang berlaku. Yakni ketentuan plafon honor pemateri internasional.

Haryono tidak hafal persis berapa besar ketentuan plafon honor pemateri bertaraf internasional. "Yang jelas tidak sampai itu (Rp 3,5 miliar, red)," katanya.

BACA JUGA: Keluhkan Ketentuan Rekrutmen Dosen Tetap PTS

Seandainya tetap memaksakan mengundang pemateri seminar dengan tarif di atas plafon tadi, Haryono mengatakan hal itu harus seizin Kementerian Keuangan. Haryono menegaskan, anggaran untuk kegiatan WCF sempat ramai dan menjadi bahan audit karena diduga akan menjadi bancakan EO pemenang tender.

Karenanya, tim Itjen menemukan solusi supaya anggaran itu tidak diselewengkan. Yakni dengan melibatkan tim dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) serta dari LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah). Dia berharap panitia WCF bisa beketasa baik degan tim dari BPKP maupun LKPP.

Sedangkan Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti membenarkan bahwa timnya memang didampingi tim dari BPKP dan LKPP. "Kami ingin acara ini berjalan sukses dan berkesinambungan," katanya.

Guru besar Universitas Gadjam Mada (UGM) itu menuturkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Itjen Kemendikbud. Dia menyebutkan anggaran yang sempat diadut Itjen Kemendikbud adalah untuk persiapan WCF pada 2012 lalu.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan mengatakan, total anggaran untuk acara WCF ini mencapai Rp 50 miliar. Anggaran itu sudah termasuk honor pemateri, tiket pesawat pergi-pulang sejumlah undangan dari negara-negara tertentu, sewa hotel, hingga jasa keamanan. "Pokoknya semuanya itu menghabiskan Rp 50 miliar," kata dia.

Guru besa Universitas Airlangga itu berujar, Kemendikbud memang sempat mengagendakan mengundang Al Gore sebagai pembicara di forum itu. Tetapi rencana ini dibatalkan karena anggaran. Kacung mengatakan anggaran WCF ini dari rakyat, sehingga harus bersih, wajar, dan transparan penggunaannya.

Meskipun begitu, WFC tetap bakal menghadirkan pembicara kelas dunia lainnya. Di antaranya adalah peraih nobel, Amartya Sen, serta jurnalis kawakan New York Times Fareed Zakaria. Acara ini direncanakan dibuka oleh Presiden SBY bersama Presiden India, Perdana Menteri Spanyol, dan Presiden Yunani.

Selain itu juga ada belasan menteri kebudayaan dari seluruh penjuru dunia. Acara ini juga dimeriahkan pagelaran tarian khas dari seluruh dunia. (wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Deadline Mepet, Kemendikbud Siapkan Pemutihan Akreditasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler