Kemendikbud Bawa Wayang Orang ke Jerman

Rabu, 14 November 2018 – 20:47 WIB
Ketua Yayasan Paramarta Karya Budaya, Prasti Rahmadi tengah menjelaskan rencana pementasan wayang orang. Foto: Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Yayasan Paramarta Karya Budaya akan membawa wayang orang ke Jerman. Ini kali pertama pergelaran wayang orang dipentaskan di Jerman.

Menurut Ketua Yayasan Paramarta Karya Budaya, Prasti Rahmadi, Jerman hanya mengenal pergelaran wayang kulit. Rencananya, pergelaran wayang orang ini akan dilaksanakan Mei 2019.

BACA JUGA: Data Jumlah Kebutuhan Guru Harus Cepat Dibereskan

Sebelum tampil di Jerman, tim wayang orang dari Jakarta dan Solo ini akan mementaskan wayang orang pada Jumat (16/11) di Gedung Kesenian Jakarta.

"Pergelaran kali ini mengambil lakon Kresna Duta yang akan dibawakan dalam bahasa Jawa dan dilengkapi dengan narasi berbahasa Jerman dengan durasi pertunjukan selama 90 menit," ungkap Prasti di Kantor Kemendikbud, Rabu (14/11).

BACA JUGA: Kemendikbud Ditantang Buka SMK Jurusan YouTuber dan Gamers

Kresna Duta, secara harfiah bermakna seorang bernama Kresna yang ditugaskan menjadi utusan. Yakni utusan alias duta bagi Pandawa untuk menghadap Kurawa. Adalah Pandawa (5 bersaudara) dan Kurawa (100 bersaudara), saudara sepupuan, ayah keduanya kakak-beradik. Pandawa dikenal sebagai pribadi yang baik, sedangkan Kurawa terkenal karena perangai buruknya. Bagaimana kisah dan akhir kisah Kresna Duta? Untuk itu kehadiran Anda sangat diperlukan agar tahu bagaimana akhir kisah tersebut.

Di bawakan oleh gabungan pemain wayang orang Jakarta dan Solo. Lakon ini akan melibatkan 40 orang pemain, seorang kurator Jerman yang sudah berpengalaman dalam seni pertunjukan/teater berskala internasional serta seorang narator lakon yang juga seorang seniman berdarah Indonesia berdomisili di Jerman yang didatangkan dari Jerman ke Indonesia.

BACA JUGA: Hanya 24 Gubernur yang Peduli Kebudayaan

Pergelaran ini merupakan rangkaian kegiatan pementasan wayang orang yang akan dilaksanakan di Jerman pada Mei 2019. Pelaksanaan pergelaran baik di Indonesia maupun Jerman selain didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, juga Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia Jerman, serta Diaspora Indonesia di Bremen.

“Kami yakin pementasan ini akan menjadi tontonan yang menarik dan pengalaman berkesan baik bagi penduduk Jakarta berkewarganeraan Indonesia maupun para warga negara asing yang tinggal di Jakarta untuk mengapresiasi kebudayaan nasional yang kuno, unik dan potensial," pungjas Prasti. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemiskinan Masih jadi Hambatan Partisipasi Pendidikan


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler