Kemendikbud dan KBRI di Washington DC Buka Program Ajar Jarak Jauh BIPA

Rabu, 14 April 2021 – 13:24 WIB
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Keduataan Besar Republik Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat, membuka kelas virtual bahasa Indonesia, Sabtu (10/4).Foto: Kemendikbud.

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Keduataan Besar Republik Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat, membuka kelas virtual bahasa Indonesia, Sabtu (10/4), pukul 07.00 WIB.

Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi antusiasme masyarakat dunia, salah satunya di AS yang makin meningkat untuk mempelajari bahasa Indonesia.

BACA JUGA: Aletta Stars Tertantang Angkat Keragaman Bahasa di Indonesia

Sebelumnya, pengajaran bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) telah dilaksanakan di Indonesia dan berbagai negara.

Seiring tersebarnya informasi mengenai pengajaran BIPA, lembaga yang berminat untuk mengelenggarakan program ini juga kian banyak.

BACA JUGA: Kemendikbud Siapkan Pedoman Ubah Laku Dalam 77 Bahasa Daerah

Kegiatan kelas virtual bahasa Indonesia dibuka Charge d' Affaires KBRI untuk AS di Washington DC, Iwan Freddy Hari Susanto.

Pembicara dalam acara ini adalah Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa E. Aminudin Aziz, dan Direktur AMINEF's Fulbright of Indonesia Alan Feinstein.

BACA JUGA: Kemendikbud Targetkan 359 Desa Masuk Program Pemajuan Kebudayaan 2021

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Popy Rufaidah juga turut hadir memperkenalkan pengajar yang akan mendampingi pemelajar selama program berlangsung.

“Kami dengan bangga menyampaikan bahwa peserta kelas bahasa Indonesia di Amerika selalu meningkat,” kata Iwan dalam sambutannya.

Dia menjelaskan tahun ini saja peserta setidaknya berjumlah 291 orang. Ini tentu hal luar biasa.

“Menurut beberapa survei, orang Amerika yang mempelajari bahasa dan budaya Indonesia memiliki pemahaman, rasa hormat, dan kepercayaan yang lebih baik terhadap Indonesia dan orang Indonesia,” katanya.

Iwan berharap program ini bisa membawa energi positif dan optimisme untuk orang Amerika.

“Kami juga berterima kasih kepada AMINEF, AIFIS, COTI, FLTA, dan berbagai pihak yang berjasa dalam mengenalkan Indonesia kepada orang Amerika,” ujar Iwan.

Dirjen Hilmar pun menyambut baik terselenggaranya program kelas virtual ini.

Dalam kesempatan ini, Hilmar menyebut adanya program virtual belajar Sinden Langgam Jawa dan Tari Jaipong.

“Ini semua memperlihatkan bahwa kebudayaan merupakan sarana komunikasi yang efektif dan merupakan jembatan hubungan antarbangsa,” ujar Hilmar.

Dia berharap, citra positif Indonesia di Amerika makin baik. Kerja sama antara Indonesia dengan Amerika kian meningkat.

E. Aminudin Aziz menyampaikan bahwa sebelumnya Kemendikbud hanya memiliki program Darmasiswa.

Namun, saat ini Kemendikbud melalui Badan Bahasa memiliki dua program beasiswa untuk siapa pun yang berminat mempelajari bahasa Indonesia, yaitu BIPA Scholarship dan BIPA Teaching Fellowship.

BIPA Scholarship diperuntukkan pemelajar bahasa Indonesia di tanah selama satu tahun.

BIPA Teaching Fellowship diperuntukkan untuk siapa pun yang ingin menjadi pengajar bahasa Indonesia di negaranya selama satu tahun enam bulan.

“Satu tahun untuk meningkatkan kompetensi bahasa Indonesia dan enam bulan untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang pengajaran,” tambah Aminudin.

Dia mengatakan selama pandemi Covid-19, tidak bisa mengirim pengajar ke negara tujuan.

Oleh karena itu, Badan Bahasa memutuskan untuk menjalankan program pengajaran jarak jauh secara daring.

“Saat ini program tersebut telah berjalan di lebih dari 30 negara di seluruh dunia,” jelas Aminudin.

Aminudin menyampaikan bahwa ke depan Badan Bahasa akan membuka lebih banyak kelas.

Dia berharap pandemi segera berakhir agar dapat mengirim pengajar BIPA ke seluruh dunia.

“Target kami pada tahun 2024, bahasa Indonesia dipelajari 100.000 pemelajar di seluruh dunia. Program ini merupakan satu program prioritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkannya,” ujar Aminudin.

Alam Feinstein pun berharap program ini dapat mempererat kerja sama Indonesia dan Amerika.

Dalam kesempatan ini Alan juga menjelaskan Program Fulbright kepada para hadirin.

Acara pembukaan kelas virtual ini dimeriahkan juga dengan pentas Seni Tari Jaipong, Langgam Jawa, dan lagu dangdut Indonesia yang berjudul “Lagi Syantik” oleh pelajar kelas virtual tahun 2020.

Kelas virtual bahasa Indonesia tahun 2021 yang ditawarkan KBRI Indonesia di Washington DC diminati 291 peserta.

Kelas akan berlangsung selama tiga bulan dari 14 April 2021 sampai 16 Juli 2021. (*/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler