Kemendikbudristek: Pendaftaran SMK PK bagi Industri Dibuka Sampai Besok

Kamis, 03 Maret 2022 – 17:55 WIB
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto. Foto tangkapan layar/mesya

jpnn.com, JAKARTA - Kemendikbudristek memperpanjang batas pendaftaran program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) Skema Pemadanan Dukungan bagi industri, yakni dari semula 19 Februari menjadi 4 Maret 2022.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto menyampaikan perpanjangan ini karena mempertimbangkan tingginya antusiasme industri potensial dalam program SMK PK.

BACA JUGA: Kemendikbudristek & Kementerian ESDM Memperkuat Peran Perguruan Tinggi di Bidang Energi

Data per 1 Maret 2022, lebih dari 300 industri telah mendaftar melalui laman https://smk.kemdikbud.go.id/smkpk.

"Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat jelang penutupan pendaftaran," kata Wikan, Kamis (3/3).

BACA JUGA: Kemendikbudristek Dorong Penguatan Nilai-Nilai Budaya Spiritual Masyarakat

Sementara itu, pendaftaran program SMK PK bagi SMK telah ditutup sejak 6 Februari.

Saat ini, sekolah-sekolah yang telah mendaftar tersebut sementara diseleksi tim Direktorat SMK Kemendikbudristek.

BACA JUGA: Kemendikbudristek & PT INKA Berkolaborasi Mengembangkan Kendaraan Listrik

Hanya SMK yang memenuhi kriteria bisa mengikuti skema pemadanan dukungan ini.

Wikan menjelaskan, pada program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan, industri akan melakukan investasi sebagai bentuk kemitraan secara terukur dengan SMK.

Nilai investasi industri yang berjumlah minimal Rp 1 miliar ini, bisa berupa tunai (in cash) atau berupa fasilitas (in kind), seperti pelatihan, bantuan alat, dan hibah ruangan.

Kemendikbudristek kemudian akan memadankan nilai investasi tersebut, baik untuk penguatan pembelajaran maupun sarana dan prasarana SMK yang perbandingannya akan disesuaikan kebutuhan rencana bisnis.

"Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan merupakan upaya mewujudkan transformasi pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Melalui program ini, lanjutnya, industri harus melakukan minimal tiga intervensi yang meliputi penyelarasan kurikulum, menghadirkan praktisi industri untuk mengajar di SMK, serta bantuan sarana dan prasarana untuk penguatan teaching factory.

“Prinsip program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan (matching effort) ini adalah gotong royong menyiapkan lulusan SMK yang benar-benar siap bagi dunia industri,” terangnya.

Kemendikbudristek telah menggandeng asosiasi industri strategis, seperti Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Forum Human Capital Indonesia (FHCI), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), untuk menggerakkan industri di bawahnya agar terlibat dalam SMK PK Skema Pemadanan Dukungan.

Program ini juga menjangkau industri-industri di daerah, yakni melalui peran akselerator daerah yang tersebar di wilayah Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau (Batam).

“Kami mengajak industri untuk melanjutkan kemitraan dalam program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan,” ujar Wikan.

Menurutnya, program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan akan memberikan manfaat yang besar bagi industri yang akan bergabung.

Pertama, industri akan mendapatkan talenta dengan kompetensi yang mumpuni dan relevan dengan kebutuhannya.

Kedua, mendukung rantai pasok (supply chain) industri yang mana SMK diarahkan menjadi bagian serta pendukung lini produksi industri yang dilaksanakan pada pembelajaran berbasis industri (teaching factory).

Ketiga, menjadi agenda industri dalam tanggung jawab sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility atau CSR) guna meningkatkan kualitas dan pemerataan pelaksanaan pendidikan. (esy/jpnn)

 


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler