Kemendikbudristek Sukses Gelar KBKM 2021

Selasa, 07 Desember 2021 – 16:33 WIB
Gelaran Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021 tingkat nasional yang dilaksanakan di Kemendikbudristek. Foto: Dok. Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021 tingkat nasional yang dilaksanakan pada 29 November - 4 Desember 2021 di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berlangsung sukses.

Kegiatan ini melibatkan 21 kelompok dari dua kategori yang telah tersaring secara ketat sejumlah 424 kelompok dari 14 regional.

BACA JUGA: Bus Berisi Siswa Sekolah Polisi Negara Tabrakan dengan Truk, Ngeri, Ada yang Tewas

Puncak kegiatan tingkat nasional ini telah berhasil memilih juara pertama, kedua dan ketiga di tiap kategori, selain itu juga ada apresiasi untuk tema inisiatif inklusif.

Kelompok Sirel dari Yogyakarta hadir sebagai juara kategori Aplikasi. Sirel berhasil menjadi juara pertama dengan karya aplikasi pemindai relief candi Borobudur, Prambanan, dan Sojiwan.

BACA JUGA: Kebijakan Terbaru Kemendikbudristek terkait Tes PPPK Guru Tahap 2

Aplikasi ini merupakan pengejawantahan konsep merdeka belajar sekaligus terobosan dalam wisata budaya.

Untuk kategori Purwarupa kelompok Haminjon menjadi juaranya, Haminjon meraih juara pertama dengan karya mengolah getah kemenyan menjadi bahan dasar berbagai produk wangi-wangian seperti parfum dan aromatherapy.

BACA JUGA: Dari Pijat Plus-Plus, AW dan RW Kantongi Rp 800 Ribu Sehari

Kehadiran Haminjon diharapkan mampu melestarikan budaya petani yang sudah dijaga ratusan tahun sekaligus meningkatkan taraf perekonomian di desa.

Selain itu, Tuli Jabar Juara juga meraih apresiasi atas tema inisiatif inklusif, yang membuat aplikasi untuk memberikan akses bagi penyandang disabilitas di Desa Adat Cirendeu.

Tim Sirel Assajie Satyananda mengaku bersyukur atas pencapaiannya di program KBKM.

"Motivasi dan tujuan kami tentu saja kami ingin mengembangkan aplikasi kami dengan tujuan untuk melakukan kebudayaan terutama di lokasi Candi. Mulai dari kegiatan pariwisata dan kegiatan belajar mengajar lokasi Candi," kata Assajie.

Aplikasi Sirel ini menurutnya, memberikan sebuah sistem informasi yang dapat memudahkan seluruh kegiatan tersebut. Agar masyarakat dan siswa dapat menikmati cara lokasi candi tersebut dengan lebih mendalam sampai pada makna-maknanya.

"Kemudian kami juga memiliki tujuan untuk memajukan desa-desa di sekitar candi. Masyarakat di sekitar yang hidup di sekitar lokasi candi, Oleh karena itu, kami membuat Sirel sebagai wadah sebagai platform. Supaya masyarakat dapat memasarkan produk-produknya seperti atraksi atau wisata yang ada di lokasi candi mulai dari kuliner dan kegiatan-kegiatan seperti pembuatan batik dan sendratari," tuturnya.

Tim Leader Hamijon Michael SP Lumban Gaol mengaku bersyukur atas prestasi di ajang KBKM.

Dia berharap rempah getah kemenyan menjadi bahan dasar berbagai produk wangi-wangian seperti parfum dan aromatherapy dari Desa Sipituhuta harga jualnya bisa meningkat. Selain itu ada modernisasi terhadap budaya yang bisa mengenal kemenyan sebagai rempah di dunia.

"Sangat apresiasi dan senang adanya KBKM 2021. Sehingga aspirasi dan inovasi anak muda bisa terakomodir, bisa membangun desa," kata Michael.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek Fitra Arda mengatakan KBKM 2021 memberikan ruang pada kaum muda untuk berkreasi. Wadah bagi mereka untuk menuangkan ide mereka dalam pemajuan kebudayaan.

Dia menambahkan pada KBKM 2021, Kemendikbudristek juga melibatkan semua pihak termasuk kaum muda penyandang disabilitas untuk memajukan desa.

Pada 2021, pihaknya mengangkat tema mengenai inovasi di desa. Para generasi muda mengangkat potensi yang dimiliki oleh desa tersebut.

"Potensi apa yang dimiliki oleh desa tersebut, itu yang harus mereka kembangkan. Inovasi yang dihasilkan harus mempertemukan warisan budaya dengan kemajuan teknologi," terbangnya.

Fitra Arda memberi contoh bagaimana rumah kayu yang tidak hanya tahan gempa tetapi juga tahan api. Inovasi tersebut dilakukan harus dilakukan berbasiskan teknologi.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek Judi Wahjudin juga menambahkan pihaknya tidak hanya melakukan pendampingan tetapi juga pembinaan dan pertemuan dengan para investor.

"Kegiatan ini disinergikan dengan kegiatan desa pemajuan kebudayaan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan juga pemerintah daerah.Sebanyak 50 calon mitra hadir dalam forum ini berasal dari kalangan industri, profesional, pemda, kampus dan BUMN. Calon mitra dapat melihat produk secara langsung di booth yang didesain futuristik, komitmen kemitraan tersebut dituangkan dalam letter of intent yang ditandatangani kedua pihak," ujarnya. (rhs/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler