Kemenkes dan Illumina Kembangkan Genomic Engine Pertama di Indonesia

Jumat, 02 Februari 2024 – 11:13 WIB
Kemenkes dan perusahaan asal Amerika Serikat Illumina menandatangani MoU untuk mengembangkan genomic engine pertama di Indonesia. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Illumina menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan genomic engine pertama di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyebutkan MoU ini bertujuan untuk mengungkap variasi genomik populasi Indonesia guna meningkatkan layanan kesehatan.

BACA JUGA: Kemenkes, Bio Farma & Takeda Berkolaborasi Mencapai Nol Kematian Akibat DBD pada 2030

Dia menjelaskan kolaborasi ini sebagai komitmen dan kemajuan kesehatan di Indonesia dalam memanfaatkan teknologi canggih untuk kesejahteraan populasi.

"Nota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dan Illumina merupakan langkah kunci dalam memanfaatkan kekuatan genomik untuk meningkatkan diagnostik, pengobatan, dan langkah pencegahan dalam kesehatan," katanya seperti dikutip, di Jakarta, Jumat (2/2).

BACA JUGA: Prudential Buka Peluang Kerja Sama dengan Rumah Sakit Kelolaan Kemenkes

Dia menjelaskan langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan dalam penerapan data genomik di Indonesia yang sebagian besar data genomik global berasal dari keturunan Eropa.

"Saat ini, sekitar 78 persen individu yang terlibat dalam studi genomik tentang risiko penyakit di seluruh dunia berasal dari keturunan Eropa sehingga membatasi penerapan data tersebut di Indonesia," lanjutnya. 

Melalui MoU ini, Kemenkes berharap dapat memperluas akses terhadap penyesuaian obat, membangun kemampuan dan edukasi, serta meningkatkan pengawasan patogen (pathogen surveillance) untuk mendorong pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan masyarakat. 

Kunta juga menyoroti pentingnya pengembangan layanan kesehatan berbasis genom biomedis melalui program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) yang diluncurkan pada 2022. 

Illumina sendiri sebagai pemimpin global dalam teknologi sekuensing DNA, menjadi mitra teknologi yang sangat penting untuk proyek genom Indonesia tersebut.

Gretchen Weightman, Senior Vice President Asia Pacific, Middle East & Africa (AMEA), Illumina, mengatakan proyek genom pada skala populasi sering menghadapi kesulitan dalam mengelola jumlah data yang besar.

Oleh karena itu, langkah pertama adalah membangun genomics engine yang akan memberikan kemampuan dalam menghasilkan data sekuensing genom berkualitas tinggi.

"Dengan membangun genomics engine, kami menggunakan serangkaian fungsi dan alat lengkap dalam platform analitik Illumina, kami berupaya dapat melengkapi Inisiatif Biomedis dan Sains Genom dengan kepakaran kami untuk benar-benar mengeksplorasi data," kata Weightman.

Illumina juga akan menyediakan akses awal ke platform analisis sekunder mereka yakni DRAGEN yang dapat meningkatkan sensitivitas dan ketepatan data yang dikumpulkan.

“DRAGEN memiliki beberapa fitur unik yang meningkatkan sensitivitas dan ketepatan data yang dikumpulkan sekaligus secara signifikan mengurangi hasil positif palsu. Ini berarti DRAGEN dapat mendeteksi varian yang sulit dideteksi oleh platform lain,” pungkas Weightman.(mcr8/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler