Kemenkes dan Kemenristek Berkolaborasi Perkuat Surveilans Genom SARS CoV-2 

Jumat, 08 Januari 2021 – 23:50 WIB
Ilustrasi Covid-19. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang surveilans genom virus SARS CoV-2 pada Jumat (8/1).

Ini sebagai acuan dan landasan kerja sama kedua kementerian untuk menyelenggarakan surveilans genom virus SARS CoV-2 guna mengetahui epidemiologi molekuler, karakteristik, dampak pada kesehatan, dan pelacakan kasus untuk manajemen, pencegahan dan penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) serta untuk koordinasi di tingkat nasional dan global.

BACA JUGA: 40 Laboratorium Bekas Pandemi SARS Akan Digunakan untuk Pengecekan COVID-19

"Lewat kerja sama ini diharapkan mendorong percepatan penyelenggaraan surveilans genom virus SARS CoV-2 melalui kemitraan yang sinergis, kolaboratif, suportif dan berkesinambungan," kata Menristek Bambang di Jakarta, Jumat (8/1).

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi penyelenggaraan surveilans genom virus SARS CoV-2.

BACA JUGA: Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Corona Sudah Lampaui SARS

Sebagai pelaksana kegiatan surveilans genom virus SARS CoV-2, Kemenristek/BRIN menugaskan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang nantinya juga akan melibatkan laboratorium yang ada di perguruan tinggi maupun LPNK di bawah koordinasi Kemristek/BRIN.

Menteri Bambang menambahkan, kegiatan surveilans ini bisa segera dilaksanakan. Indonesia tidak hanya sekadar mengumpulkan informasi lebih banyak, tetapi juga segera mengetahui lebih cepat potensi terjadi mutasi seperti halnya yang terjadi di Inggris. Serta mutasi yang terjadi tidak menghambat efikasi dari vaksin yang ada.

BACA JUGA: Korban Virus Corona Telah Lampaui Total Pandemi SARS di Dunia

“Hasil surveilans genom SARS CoV-2 yang mendekati real time akan memungkinkan Indonesia melakukan prediksi, dan mengambil tindakan pencegahan, penanganan, serta pelaporan yang cepat dan tepat, yang sangat diperlukan dalam upaya pengendalian pandemi ini,” jelas Menteri Bambang.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan harapannya agar mulai bulan depan hasil dari kegiatan surveilans ini bisa dilaporkan untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia.

"Harus segera dijalin jejaring semua laboratorium di Indonesia yang mempunyai kemampuan melakukan genom sekuensing," ujarnya.

Menkeu juga meminta para ahli di bidang genom sekuensing harus aktif berkontribusi dan memberikan informasi kepada dunia agar mendapatkan perhatian internasional. (esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler