Kemenkes Pastikan Varian Baru Virus Corona B117-UK belum Ditemukan di DKI Jakarta

Jumat, 12 Maret 2021 – 17:08 WIB
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmidzi M.Epid. Foto/ilustrasi: tangkapan layar dalam video Kemenkes.

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa kasus konfirmasi positif virus corona B117-UK belum ditemukan di DKI Jakarta.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa sejauh ini ada enam kasus konfirmasi positif varian virus corona B117-UK di Indonesia.

BACA JUGA: Varian Baru Corona B117-UK, Kemenkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Menurutnya, temuan itu sudah dilaporkan ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

Dia memerinci, dua kasus di Karawang, Jawa Barat, dan masing-masing satu di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

BACA JUGA: Varian Baru Corona B117-UK Masuk Indonesia, DPR Pertanyakan Lemahnya Pengawasan Bandara

"Setelah kami lakukan pelacakan dari pekerja migran Indonesia, enam skasus (varian baru virus corona B117) tidak ada dari DKI Jakarta," ungkap Siti dikutip dari siaran YouTube BNPB, Jumat (12/3).

Dia menjelaskan berdasar hasil pemeriksaan sampel, belum ada laporan mutasi virus SARS-Cov2 asal Inggris itu di DKI Jakarata.

BACA JUGA: Varian Baru Corona B117-UK Sudah Masuk di Karawang, Ridwan Kamil: Jadi Kami Harus Bagaimana?

Memang salah satu laboratorium untuk memeriksanya berkedudukan di Jakarta.

"Nah, ini mengapa kemudian pada laporan itu tertulis ada laboratorium yang melakukan pemeriksaan dan asal sampel. Kemarin kami klarifikasi lagi dan tidak ada dari Jakarta," paparnya.

Kendati demikian, Nadia memastikan pihaknya akan terus me-monitoring kemungkinan terkait mutasi virus Covid-19 itu. Pasalnya, mutasi merupakan sesuatu hal yang biasa dilakukan oleh virus.

"Dan kegiatan yang kami sebut sebagai whole genum sequencing atau cara melihat identitas virus melalui PCR (polymerashe chain reaction) itu sudah dilakukan sejak awal Covid-19 masuk ke Indonesia," jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Nadia, pemerintah terus memantau 3 varian virus yang direkomendasikan World Health Organization (WHO). Selain Inggris, dua varian corona lainnya berasal dari Afrika dan Brazil.

"Tiga varian virus ini yang kami lakukan pengamatan," pungkasnya. (mcr12/jpnn)

 

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler