Kemenpar Kembangkan Pariwisata Majalengka Lewat FGD

Rabu, 09 Mei 2018 – 01:17 WIB
Arief Yahya. Foto: Kemenpar

jpnn.com, MAJALENGKA - Kementerian Pariwisata mengembangkan pariwisata Kabupaten Majalengka di melalui focus group discussion (FGD) bertema Strategi Pengembangan Pariwisata Kabupaten Majalengka di Aula Kantor Disbudpar Kabupaten Majalengka, Jumat (11/5).

"Hadirnya BIJB tentunya akan meningkat laju pariwisata Jawa Barat, khususnya Majalengka. Untuk itu percepatan harus segera dilakukan. Salah satunya dengan menggandeng seluruh stakeholder pariwisata Kabupaten Majalengka," ujar Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, Senin (7/5).

BACA JUGA: Festival Pesona Pantai Pohon Cinta Siap Manjakan Travelista

Pitana mengatakan, FGD di Majalengka merupakan tindak lanjut koordinasi tim Kemenpar dengan stakeholder pariwisata Majalengka.

Bahkan kerja sama antarinstansi, masyarakat serta industri pendukung juga akan gencar dilakukan. Semua dibawa untuk saling mengisi sehingga menghidupkan pariwisata di Majalengka.

BACA JUGA: Jangan Lewatkan Keseruan Festival Pesona Pantai Pohon Cinta

Mengaplikasikan skema penthahelix, FGD akan menghadirkan narasumber dari berbagai pihak terkait.

Salah satunya Guru Besar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Arthur S Nalan yang mewakili akademisi.

BACA JUGA: Labuan Bajo Diserang Isu Illegal Fishing

Dari pemerintahan akan ada Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto, Kasubdit Statistik Pariwisata Badan Pusat Statistik (BPS) Rifa Rufiadi, Direktur Utama BIJB Virda Dimas Ekaputra, Disbudpar Provinsi Jawa Barat serta Disbudpar Kabupaten Majalengka.

"Perwakilan industri Majalengka tidak luput ikut dilibatkan sehingga nantinya akan terbangun kerja sama yang baik antarseluruh stakeholder pariwisata di Majalengka," ucap Pitana.

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto ikut angkat bicara.

Agresifnya Kemenpar mengembangkan pariwisata Majalengka merupakan salah satu bukti dukungan pusat kepada daerah.

"Kementerian Pariwisata harus hadir dan berperan serta di daerah. Harapannya daerah akan terstimulus melakukan akselerasi,"  ujar Hariyanto.

Hariyanto menerangkan, selain FGD ini akan ada empat kegiatan lain yang dilaksanakan di Majalengka.

Di hari yang sama juga ada bimbingan teknis (Bimtek) narablog di salah satu hotel di Kabupaten Majalengka.

Begitu juga booster promosi pariwisata Majalengka juga tak luput disiapkan. Yaitu dengan pembentukan komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Majalengka, Sabtu (12/5).

Lokasinya di objek wisata paralayang Gunung Panten. Dilanjutkan site-visit persiapan aktivasi Pasar Destinasi Digital. Kegiatan ini akan dilaksanakan  di Talaga Pancar, Desa Lengkong, Minggu (13/5).

"Selain itu akan dilakukan branding Pesona Indonesia maupun Wonderful Indonesia di beberapa objek destinasi pariwisata secara bertahap akan kami lakukan. Seperti pemasangan signage Pesona Indonesia di Talaga Pancar bersamaan dengan site-visit persiapan aktivasi Pasar Destinasi Digital. Begitu juga di destinasi Terassering Panyaweuyan di Argapura serta di destinasi Wana Wisata Gunung Karang," terangnya.

Menteri Pariwisata Arief juga sependapat dengan para bawahannya. Tidak bisa dipungkiri keberadaan Bandara Internasional baru di Majalengka merupakan berkah sekaligus tantangan untuk pariwisata Majalengka.

"Selama ini, kelemahan di Jawa Barat bagian selatan dan timur adalah akses. Padahal potensinya sangat luar biasa. Ini tentu harus diantisipasi. Percepatan kesiapan daerah akan terus akmi dorong. Sehingga masyarakat merasakan dampak positif peningkatan perekonomian karena pariwisata," kata Menpar Arief Yahya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menpar Arief Yahya Puji Promosi Pariwisata KBRI Venezuela


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler