Kemenpar Siapkan Tiga Strategi Datangkan 17 Juta Wisman

Selasa, 04 September 2018 – 19:10 WIB
Turis mancanegara berkunjung ke Batam, Kepri. Foto: Batampos/jpg

jpnn.com, BATAM - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempersiapkan tiga senjata pamungkas untuk menjaring 17 juta wisatawan mancanegara hingga akhir tahun ini.

Adapun tiga program andalan tersebut adalah insentif penerbangan, program Hot Deals dan program Competing Destination Model (CDM).

BACA JUGA: Saran Bamsoet untuk Kemenpar agar Wisata Halal Makin Berjaya

Untuk insentif penerbangan, tujuannya mempermudah aksesibilitas wisman masuk ke Indonesia, khususnya melalui salah satu gerbang masuk yakni di Batam.

"Sekitar 75 persen wisman ke Indonesia masuk lewat udara baik lewat penerbangan reguler dan charter," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti di Hotel Radison, Batam, Jumat (31/8).

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Kepri akan Stabil pada Triwulan Ketiga

Dia mengatakan pola pembelian paket wisata ke Indonesia biasa dilakukan melalui wholesaler dan retailers. "Sedangkan pada pasar-pasar tertentu, pembelian paket wisata melalui wholesaler sangat dominan," jelasnya.

Sehingga dengan meningkatkan kerjasama promosi terpadu antara maskapai penerbangan dan penjual tiket wholesaler merupakan langkah bagus mendongkrak kunjungan wisman.

BACA JUGA: Kapal Terbakar, 15 Wisatawan Asing Terjun ke Laut

"Telah dilakukan penandatanganan kerjasama promosi terpadu antara Kemenpar dengan lima belas maskapai penerbangan dan delapan wholesaler beberapa waktu lalu," jelasnya.

Pola kerjasamanya lebih menekankan penjualan tiket-tiket murah pada waktu-waktu di mana kedatangan wisman sangat rendah."Makaya kita buat penawaran dengan tiket murah," ungkapnya.

Komitmen dalam kerjasama tersebut yakni maskapai penerbangan dan wholesaler akan menghasilkan proyeksi sebesar 730.669 pax wisman pada periode Agustus hingga Desember 2018.

Program kedua yakni program Hot Deals. Hot Deals berfungsi untuk mengoptimalkan faktor 3A yakni atraksi, aksesibilitas dan amenitas.

Paket Hot Deals yang sudah mengandung unsur 3A adalah Paket Hot Deals Kepri dengan target 500.000 wisman. "Faktor Aksesibilitas pada Paket Hot Deals Kepri menggunakan moda transportasi Ferry," ucapnya.

Untuk menangani masingmasing paket Hot Deals telah ditunjuk Organizing Committee (OC) untuk mengelola termasuk melakukan monitoring dan evaluasi.

OC Hot Deals Kepri telah bertugas sejak April 2018, dengan pencapaian hingga 20 Juli 2018 sebesar 141.180 wisman dari seluruh fokus pasar.

Dan terakhir program CDM. Dengan metode CDM, maka Kemenpar mencoba merayu wisman yang sudah punya tujuan agar merubah tujuannya datang ke Indonesia.

"Caranya adalah dengan mengambil data wisman dari berbagai sumber online. Kemudian membuat segmentasi data wisman dan menarget wisman tersebut dengan kampanye iklan yang telah dirancang semenarik mungkin," ujarnya.

CDM diyakini dapat menjangkau wisman di semua level prospek yakni mencakup kesadaran, ketertarikan, maksud, keputusan, kustomer dan mempertahankannya.

Guntur menegaskan pariwisata sudah berubah menjadi sumber utama devisa negara. Sehingga target 17 juta wisman harus rampung hingga akhir tahun 2018.

Dan saat ini, wisman yang baru datang ke Indonesia baru sekitar 7 Juta dengan Kepri mampu merangkul 1.212.644 wisman asing.

"Dan Batam kedatangan 960.074 wisman asing," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Kepri Buralimar mengatakan target Kepri masih sangat jauh."Dari target 3,5 juta baru dapat 1,2 juta," jelasnya.

Tapi dia yakin dalam rentang waktu hingga akhir tahun, target dapat dikejar."Karena kami sudah mempersiapkan sejumlah event di Bulan September dengan konten 70 persen maritim dan sisanya budaya," pungkasnya.(leo)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Airinda Simpan Narkoba di Anunya, Dituntut 15 Tahun Penjara


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler