Kemenpar Tebarkan Virus Wisata Halal di Makassar

Kamis, 02 Juni 2016 – 03:30 WIB
Logo Kemenpar. foto: kemenpar.go.id

jpnn.com - MAKASSAR – Strategi Halal Tourism terus disebarluaskan ke pelaku bisnis pariwisata di negeri ini. Tidak hanya di Lombok, Aceh dan Sumatera Barat yang memang diproyeksikan oleh Kemenpar sebagai Halal Destination. Tetapi juga di daerah lain yang industrinya ingin memformat untuk mendapatkan label “halal” dan acceptable untuk wisatawan halal. “Kali ini giliran di Makassar,” ujar Asisten Deputi (Asdep) Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Watie Moerany.  

Bertempat di Hotel Aerotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kemenpar menggelar Sosialisasi Strategi Kerjasama Pemasaran Wisata Halal yang dilaksanakan tanggal 31 Mei 2016. Memang, sebagian besar resto, cafe, hotel di Makassar sudah menggunakan pendekatan Halal, tapi klaim atau stampel “halal” oleh lembaga yang berwenang itu dipentingkan oleh wisatawan yang sensitif dengan status itu.

BACA JUGA: 6 Jam Terkatung-Katung di Laut, Ibu Ini Lega Bisa Memeluk Kedua Putrinya

”Pak Menteri Arief Yahya telah menciptakan tim percepatan wisata halal. Ini yang membuat kita semua bergerak lebih cepat, untuk sosialisasi ke para pelaku bisnis,” ujar Watie Moerany.  Menurut dia, ini merupakan sosialisasi keempat yang dilakukan oleh Kemenpar. Pertama, digelar di  DKI Jakarta 10-12 Mei 2016, lalu Aceh 18-20 Mei 2016, Padang 23-25 Mei 2016, dan yang  saat ini sedang berlangsung adalah Makassar 30 Mei hingga 1 Juni 2016. Untuk yang terakhir rencananya akan digelar di Bandung 2-4 Juni 2016.

”Saat ini yang ditetapkan dan dipilih serta diajak untuk menjadi destinasi yang mengolah potensi wisata halal adalah Aceh, Padang, Makassar, DKI dan Bandung. Nah sosialisasi ini giliran kami laksanakan di Makassar, semoga dampaknya baik untuk Makassar,” harapnya.  

BACA JUGA: Cantik, Berjilbab, Ikhlas pula Menjadi Guru

Kemenpar berjuang terus dengan mengundang semua pihak. Pihak-pihak yang diundang Kemenpar adalah semua lini Pariwisata dan insan Parwisata dengan tujuan agar semua rencana percepatan dapat terlaksana dengan baik. Undangan yang hadir diantaranya Direktur Politeknik, Ketua MUI, Ketua Badan Promosi Pariwisata Sulsel, Ketua PHRI Sulsel, Ketua Badan POM Sulsel, Ketua Pimpinan Media, pihak Kepolisian, Asita Sulsel, Asosiasi-asosiasi industri Pariwisata, manajer-manajer restoran di Sulses, pengelola objek wisata buatan maupun alam dan masih banyak lagi.    

”Pergerakan wisatawan muslim di Indonesia sangat tinggi.  Untuk Wisnus di perjalanan tahun 2015 terjadi 255 juta perjalanan dan pengeluaran total Rp 203.61 Triliun. Karena memang Wisata halal kenaikannya 100 persen cepat, akan menjadi generator besar pendapatan di tahun 2020, jadi sangat besar potensinya,” jelas Watie.  

BACA JUGA: Stok Blanko E-KTP Menipis, Diprioritaskan Warga 17 Tahun

Wisata halal ini merupakan terobosan atas segmentasi pariwisata yang prospeknya sangat menjanjikan. Indonesia adalah peringkat ke 30 di dunia dengan pemeluk agama Islam terbanyak, yaitu 87,18 persen.

Menurut data Kemenpar, pengeluaran Wisatawan Muslim Nusantara pada tahun 2011 Rp 160, 3 Triliun, tahun 2015 Rp 179,2 Triliun. Pada tahun 2011 sampai dengan 2015 mengalami kenaikan sebesar 7 persen untuk rata-rata pertumbuhan capaian. Sedangkan pada tahun 2015 sampai dengan 2019 mengalami kenaikan sebesar 5 persen untuk rata-rata pertumbuhan target.

Watie menambahkan, bahwa profil pasar muslim Indonesia antara lain adalah, Muslim era baru sebanyak 16 persen, muslim  konservatif  sebanyak 3 persen, muslim liberal 12 persen, muslim yang aktif  56 persen, muslim yang hanya menjalankan ibadah 13 persen.

”Dari analisa kajian tim percepatan pariwisata halal ini, maka tersusunlah strategi percepatan pariwisata halal yang yang akan disosialisasikan. Dan saat ini kami lakukan di Makassar,”ujar wanita yang ramah kepada wartawan itu. 

Lebih lanjut Watie mengatakan, kegiatan yang digelarnya itu bertujuan untuk mensosialisasikan rekomendasi dari tim percepatan wisata halal yang arahnya digunakan sebagai rancangan kerjasama dengan para pelaku bisnis dan industri.”Sehingga target Pergerakan Wisatawan Nusantara di tahun 2016 sebesar 260 Juta dan pada tahun 2019 sebesar 275 Juta perjalanan dapat dicapai,” tandasnya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Luhut Pastikan Perpres Badan Otorita Danau Toba Segera Terbit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler