Kemensos Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Gurusina

Rabu, 15 Agustus 2018 – 08:37 WIB
Lokasi kebakaran di kampung Gurusina, NTT. Foto: Humas Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 30 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur dikerahkan untuk mengevakuasi warga dan mendirikan dapur umum di Kampung Gurusina, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu'u, Kabupaten Ngada yang rumahnya terbakar pada Senin (13/8).

“Tagana dari Kabupaten Ngada telah meluncur ke lokasi pada Senin untuk melakukan evakuasi dan mendirikan Dapur Umum Lapangan. Melalui Dinas Sosial NTT juga disiapkan tenda pengungsian, bantuan permakanan, perlengkapan untuk anak dan dewasa, selimut, dan bantuan logistik lainnya,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat di Jakarta.

BACA JUGA: Kemensos Baru Santuni 98 Ahli Waris Korban Gempa Lombok

Pada tahap tanggap darurat bencana kebakaran di Kampung Durusina ini, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas yakni sandang, pangan, dan papan.

“Untuk kebutuhan pangan telah dikeluarkan cadangan beras pemerintah sebanyak 10 ton dan sekarang sedang tahap pengiriman ke lokasi terdampak bencana. Intinya rakyat tidak boleh merasakan kelaparan di saat bencana, negara harus hadir untuk memberikan perlindungan,” terangnya.

BACA JUGA: Mensos Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTB Terpenuhi

Bantuan tersebut, lanjut Harry, dibawa oleh Tagana Provinsi NTT sebanyak 10 orang. Mereka akan bergabung dengan tim Tagana Kabupaten Ngada yang telah lebih dulu tiba di lokasi.

“Mereka juga membawa bantuan makanan untuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Semoga bantuan ini untuk tahap awal dapat meringankan beban warga setempat,” kata Harry.

BACA JUGA: Latih Warga Pencegahan dan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Dia menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Sosial Provinsi NTT, secara keseluruhan rumah adat yang berada di Kampung Gurusina berjumlah 33 unit, satu pos pariwisata, dan beberapa situs-situs adat didalamnya, yaitu tiga buah kayu Ngadu (Tiang Adat yang melambangkan wujud laki-laki) dan tiga Rumah Bhaga (Rumah Adat minimalis selaku simbol perempuan yang berfungsi sebagai tempat untuk memberikan sesajian kepada nenek moyang pada saat upacara adat).

Sebanyak 27 rumah adat hangus terbakar, tiga buah Ngadu dan tiga buah Bhaga juga ikut terbakar. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama oleh pihak Kepolisian Ngada, dan BNPB Daerah Kabupaten Ngada, serta dibantu juga oleh warga sekitar. Penyebab kebakaran sedang dalam tahap penyelidikan pihak berwajib.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah sebab biaya pembuatan satu unit rumah adat serta prosesi adatnya dapat memakan biaya hingga ratusan juta rupiah. Begitu pun biaya dalam pembuatan tiang Ngadu serta Bhaga.

“Kebakaran ini juga menghanguskan berbagai perabot dan karya seni warga desa adat yang sangat bernilai seperti perlengkapan rumah tangga, emas adat, serta kain tenun adat yang harganya mencapai puluhan juta rupiah,” terang Harry.

Kementerian Sosial, lanjutnya, akan memberikan bantuan pembangunan rumah untuk 27 kepala keluarga masing-masing sebesar Rp 25 juta. Dalam penyalurannya, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui ATM Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).(mg7/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Therapeutic Community Cara Tepat Rehabilitasi Pengguna Napza


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler