Kemensos Pastikan Bantuan Sembako Tersalurkan Secara Cepat, Tepat Kualitas dan Harga

Kamis, 29 Oktober 2020 – 14:33 WIB
Sekretaris Jenderal Hartono Laras dan jajaran saat konferensi pers. Foto: Humas Kemensos RI.

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bantuan sosial berupa sembako dan beras yang didistribusikan bagi masyarakat terdampak pandemi, memenuhi ketentuan yang ada. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Karena itu, Kemensos melakukan monitoring, teguran dan tindakan efektif lainnya untuk memastikan paket sembako dan beras bagi masyarakat terdampak pandemi, dapat disalurkan dengan cepat ke tangan KPM.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Petugas Pemakaman Terdampak Pandemi di DKI Dapat Bantuan Kemensos

Meskipun tidak mudah, karena sasaran bantuan (KPM) mencapai puluhan juta. Namun Kemensos berkomitmen dan bertindak nyata untuk memastikan bansos tersalurkan tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat harga.

"Bansos Sembako (BSS) ini kan jumlahnya 1,9 juta KPM ya. Kemudian untuk Bansos Beras (BSB) 10 juta. Jadi kalau satu dua ada masalah mungkin saja. Tapi kami pastikan sudah ada monitoring untuk memastikan, bansos bisa tepat sasaran, tepat kualitas dan tepat harga baik sebelum, selama dan evaluasi sesudah pelaksanaan program,” kata Sekretaris Jenderal Hartono Laras di Jakarta, Kamis (29/10).

BACA JUGA: Oknum Guru Ajak Siswa Pilih Ketua OSIS Seagama, Bu Retno: Ini Ancaman

Dia mengaku menerima berbagai masukan terkait penyaluran bansos sembako, baik terkait kualitasnya, maupun harganya. Pihaknya juga telah menindaklanjuti laporan tersebut.

"Sembako yang kualitasnya berbeda, segera vendor untuk saat itu juga diganti. Ada uji tangan. Demikian pula dengan beras. Kami tidak segan menegur atau memberi sanksi kepada vendor yang tidak berkomitmen. Kalau jenis barang memang bisa berbeda merek atau barangnya. Namun harga dan jenisnya sama atau setara," jelas Hartono Laras.

BACA JUGA: Demi Gaji PPPK, Lukman Mengeluarkan Instruksi untuk Seluruh Pimpinan DPRD

Dia juga menyinggung adanya berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu pendapat yang berkembang di media menyebutkan, harga satu paket sembako bukan Rp 300 ribu melainkan, Rp 270 ribu. Hartono memastikan bahwa nilai setiap paket BSS adalah senilai Rp 300 ribu.

"Untuk isi bahan pangan dalam satu paket BSS senilai Rp 270 ribu. Kemudian untuk harga goodie bag dan transporter, senilai Rp 30 ribu. Ya kan paket sembako ini perlu dikemas supaya mudah didistribusikan. Kemudian, untuk transportasi ini juga timbul biaya. Jadi dipastikan, biaya untuk satu paket BSS adalah Rp 300 ribu," jelasnya.

Kemensos perlu menjelaskan hal ini karena beredar informasi di tengah masyarakat, seolah-olah harga setiap paket Bantuan Sosial Sembako (BSS) bukan Rp 300 ribu, melainkan Rp 270 ribu. "Saya pastikan, informasi ini tidak benar," tegasnya.

Terkait tugas jaringan pengaman sosial melalui berbagai program bansos, Hartono menyatakan bahwa Kemensos mematuhi prinsip-prinsip tata kelola anggaran.

"Kami sangat terbuka untuk diawasi. Kami melakukan rapat sebelum pelaksanaan program dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)," terangnya.

Selain itu, Kemensos juga meminta pendampingan melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan pemeriksa internal melalui Inspektorat Jenderal.

"Kami juga tidak segan bekerja sama dengan Polri untuk menindak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Beberapa bulan lalu, kami kepolisian juga menindak pihak yang mengaku-ngaku vendor di Kemensos. Kami berterima kasih atas kerja sama yang baik dari kepolisian," ungkap Hartono.

BSS atau Bansos Sembako Jabotabek disalurkan menjangkau 1,9 Juta KPM dengan anggaran Rp 6,8 triliun sudah mencapai tahap X dari XI, dengan realisasi 100 persen, per 27 Oktober 2020.

Kemudian, Kemensos meluncurkan BSB dengan penerima adalah 10 juta KPM PKH. Jumlah bantuan sebanyak 15 kg/KPM/bulan selama 3 bulan yakni Agustus - Oktober 2020.

Bulan September disalurkan sebanyak 30 kg untuk alokasi bulan Agustus dan September. Kemudian sebanyak 15 kg disalurkan pada bulan Oktober 2020. Beras yang digunakan sebagai BSB dipasok oleh Perum Bulog.(*/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler