Kementan, Kemenparekraf, dan Hotel Accor Angkat UMKM Pangan Lokal

Rabu, 02 Maret 2022 – 14:45 WIB
Kementan berkolaborasi dengan Kemenparekraf dan Hotel Accor untuk menggairahkan produk pangan lokal dari UMKM. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta Hotel Accor Group bekerja sama untuk terus menggairahkan pangan lokal.

Hal tersebut dapat menggeliatkan kembali perekonomian bangsa.

BACA JUGA: Mentan Syahrul Beri Wejangan kepada 745 Calon ASN Kementan

Industri pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan melakukan transformasi dengan mengembangkan UMKM pangan lokal yang berperan sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno menyatakan, sinergi antarmata rantai usaha pariwisata dan ekonomi kreatif harus dioptimalkan.

BACA JUGA: Pemkot Jaktim Sebut Langkah Kementan Bangun Urban Farming Dianggap Tepat

''Dengan melakukan kemitraan usaha pariwisata dengan UMKM sektor ekonomi kreatif,'' ucapnya.

Rantai pasok dikuatkan untuk mempertemukan industri besar sebagai demand dan UMKM sebagai suplai.

BACA JUGA: Berkat Kolaborasi Kementan dan Petani, NTP Februari Naik 0,15 Persen

''Harapannya, hubungan ini bisa terus terjalin dan berkelanjutan," kata Sandiaga dalam Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propraktani yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Selasa (1/3).

Selain itu, upaya menggairahkan UMKM pangan lokal juga bertujuan meningkatkan usaha agar industri UMKM memenuhi standar industri besar, seperti kualitas, harga, distribusi, payment, dan standar kebutuhan lain.

Karena itu, dia meminta agar UMKM bisa menjadi komponen penting dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini.

"Juga untuk mengatasi masalah bottle neck supply chain dengan syarat UMKM harus bertransformasi lebih dulu walaupun suasana pandemi hal ini bisa menjadi modal awal yang penting untuk naik kelas ke level yang lebih tinggi," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan menuturkan, selama masa pandemi Covid-19, terjadi perubahan arah.

Yakni, sekarang pangan lokal bergerak dengan baik dan petani semangat karena pasarnya menggeliat.

Contohnya ekspor ubi kayu dan produk turunannya pada 2021 naik tinggi dibanding 2020. Secara makro, ekspor Indonesia jauh lebih tinggi dibanding impor dan kebutuhan akan produk ubikayu dalam negeri masih tinggi.

"Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mapping sentra-sentra pangan lokal Indonesia pangan lokal. Pangan lokal tidak hanya diversifikasi produksi, tetapi juga diversifikasi konsumsi," katanya.

Suwandi menambahkan, aspek hilir juga penting, tidak hanya di sektor produksi saja.

Karena itu, Kementan memgucapkan terima kasih selama ini dibantu Accor Group dalam pengembangan pangan lokal di beberapa provinsi, seperti Jawa Barat, Bali, Sulawesi Selatan, dan daerah lain.

"Saya harap hal ini berlanjut hingga ranah internasional dengan bantuan Accor Group. Kami lakukan ekspor pangan lokal melalui hotel-hotel grup Accor di luar negeri," ucapnya.

“Kami telah membuat konsep Roadmap Pertanian Indonesia untuk jangka panjang. Seluruh dunia akan membutuhkan sehat. Untuk sehat, membutuhkan makanan yang baik. Makanan yang baik hanya pangan lokal Indonesia yang bisa memberikan konstribusi, '' ujar Suwandi.

Karena itu, konsepnya adalah Indonesia Feed The World yang akan terealisasi pada 2045.

SVP Operations and Government Relations Accor Indonesia-Malaysia Adi Satria menyatakan, dalam mendukung pengembangan pangan lokal, pihaknya berkolaborasi dengan UMKM dan Kementan.

''Misalnya, pada Mei 2021, pihaknya memasukkan olahan pangan lokal pada menu makanan di hotel seperti tepung mocaf, bandrek, bajigur, dan sekoteng,'' ujarnya.

Lalu, ada juga program yang mengangkat pengembangan pangan lokal dalam perspektif budaya, pariwisata, dan pengembangan UMKM dengan meluncurkan produk Bung Karno Nuswantara Secret.

Kemudian, ada produk singkong D-9 yang sudah masuk perhotelan bintang 4 dan 5 wilayah Yogyakarta sebagai pasarnya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler