Kementan Siap All Out Dukung Pemkab Kotim Cetak Sawah Baru

Minggu, 05 Mei 2019 – 07:11 WIB
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy. Foto: Kementan

jpnn.com, KOTAWARINGIN TIMUR - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk menciptakan swasembada pangan.

Salah satu caranya dengan mendukung daerah mencetak sawah baru. Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pun tidak luput dari sasaran Kementan.

BACA JUGA: Kementan Sebut Program Upsus Siwab Dorong Peningkatan Populasi Sapi Secara Siginifikan

Kotim sendiri mencanangkan program cetak sawah baru seluas 100 hektare pada tahun 2019.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, langkah Kabupaten Kotim ini patut diapresiasi dan dicontoh. Pasalnya, lahan pertanian di Indonesia terus mengalami penyusutan.

BACA JUGA: Petani Lada Belitung Semringah Sambut Program Kementan

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penyusutan lahan baku sawah Indonesia dalam lima tahun terakhir mencapai sembilan persen.

Lahan baku sawah Indonesia berkurang dari 7,75 juta hektare (ha) di 2013 menjadi seluas 7,1 juta hektare saat ini.

BACA JUGA: Buwas: Bawang Putih Aman, Sudah Ditangani Pak Mentan

“Salah satu kewajiban pemerintah, baik pusat maupun daerah wajib menetapkan lahan pangan berkelanjutan. Ini sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” ujar Sarwo Edhy, Sabtu (4/5).

Untuk lahan sawah baru, lanjut Sarwo Edhy, bila sudah clean and clear, Kementan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan. Baik itu alat mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk dan irigasi tersiernya.

“Bila semuanya sudah siap, status lahan tidak ada masalah, kelompok tani ada yang siap menggarap, tinggal ajukan saja kebutuhan apa yang bisa dibantu pemerintah pusat,” kata Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur I Made Dikantara mengatakan, program cetak sawah baru akan menggunakan lahan dekat sungai sehingga tidak kesulitan air saat musim kemarau.

"Sebab, tujuan kami bukan hanya perluasan areal tanam, melainkan juga peningkatan produksi. Kalau dekat sungai, maka tidak tergantung musim lagi. Saat kemarau pun masih bisa menarik air dari sungai menggunakan mesin pompa sehingga setahun diupayakan bisa tiga kali tanam," kata I Made Dikantara.

Cetak sawah baru tahun ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Desa Hanaut Kecamatan Pulau Hanaut seluas 50 hektare dan Desa Soren Kecamatan Kotabesi seluas 50 hektare.

Lokasi yang dipilih adalah lahan yang dekat dengan sungai atau anak sungai.

Made menjelaskan, kekeringan menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani saat kemarau sehingga petani merugi dan berpengaruh terhadap produktivitas pertanian daerah.

"Kotawaringin Timur sudah swasembada beras. Namun, kami terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas. Kalau sudah merata bisa tanam tiga kali dalam satu tahun maka hasilnya akan melimpah," kata Made.

Saat ini luas tanam padi di Kotawaringin Timur sekitar 22.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 350 hektare sudah bisa tiga kali tanam dalam setahun.

Yaitu di Sungai Sugih Kecamatan Kotabesi seluas 150 hektare dan Lempuyang Kecamatan Teluk Sampit seluas 200 hektare.

Jika masa tanam padi bisa ditingkatkan maka perluasan areal tanam hanya diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang memang strategis.

Kemajuan pertanian di Kotawaringin Timur dengan masa tanam tiga kali dalam setahun menjadi kebanggaan karena belum semua daerah mampu melaksanakannya.

Made mengatakan, produksi beras Kotawaringin Timur tahun 2018 masih menunggu hasil penghitungan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotawaringin Timur. Made yakin angka surplus beras setiap tahun terus meningkat.

"Potensi ekonomi di bidang pertanian masih sangat besar. Peningkatan produktivitas pertanian diharapkan berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di daerah ini," pungkas Made. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bantuan Alsintan Kementan Berdampak Konkret Terhadap Pembangunan Pertanian


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler