Kemitraan Bisa Membawa Kemajuan untuk Papua

Selasa, 12 Juni 2018 – 23:45 WIB
Proyek pembangunan Jembatan Holtekamp, Jayapura yang menghubungkan daratan Holtekamp dengan daratan Hamadi. Foto: dok Humas PT PP

jpnn.com - Papua harus membuka pola kemitraan untuk membangun daerahnya yang luas dan kaya. Sebab, tanpa kemitraan, potensi kekayaan alam Papua yang melimpah di semua sektor pasti akan tergerus.

Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Apolo Safanpo menekankan pentingnya semangat kemitraan sebagai salah satu jalan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Papua. Menurutnya, pembangunan Papua dapat berjalan maksimal jika kolaborasi, sinergi dan kemitraan antara pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Pengibar Bendera Israel di Papua Dibiarkan, Fadli Zon Geram

“Dalam membangun Papua, pendekatan kemitraan ini menekankan masyarakat Papua yang harus berdaya, karena tidak mungkin orang lain yang membuat masyarakat Papua sejahtera. Rakyat Papua harus berdaya dan orang lain membantu sebagai mitra,” kata Apolo dalam diskusi yang diselenggarakan bersama Partnership-ID dan PT Freeport Indonesia di Uncen, Selasa (12/6).

Pendiri Partnership-ID Erna Witoelar menyampaikan, pembangunan Papua akan mendapatkan manfaat dari kemitraan multipihak berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Mantan menteri pemukiman dan pengembangan wilayah ini menambahkan, pola tersebut harus dilakukan terus menerus agar memberikan aspirasi kepada masyarakat.

BACA JUGA: Bendera Israel Berkibar di Papua, Fadli Zon Bilang Begini

Erna yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Millenium Development Goals (MDGs) Asia Pacific ini mengajak seluruh pihak yang berkepentingan di Papua, untuk bekerja sama terhadap pencapaian tujuan pembangunan tersebut sebagai upaya untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi lingkungan hidup dan memastikan semua orang menikmati kemakmuran dan kedamaian.

“Pembangunan di Papua merupakan tanggung jawab semua pihak, mencakup Pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, universitas, dan komunitas setempat, dan sudah selayaknya ada sinergi dan kemitraan dengan para pihak yang berkepentingan,” tegasnya.

BACA JUGA: Satgasus Papua Bekuk Buronan Kelas Wahid

Sementara itu, Vice Presiden Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, pihaknya sejak dulu sudah melakukan pola kemitraan dengan Papua. Menurutnya, kemitraan adalah modal agar Papua maju.

“Freeport menyadari bahwa kemitraan sangat penting untuk mendorong kesejahteraan rakyat Papua serta mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang diidamkan. Dulu, ketika kami datang mulai bekerja di Papua pada 1967 tak ada mitra lain yang bisa diajak bekerja sama. Kami membangun sendiri sesuai apa yang kami anggap perlu,” kata dia.

Riza melanjutkan, pihaknya membangun berbagai sarana dan infrastruktur seperti klinik, rumah sakit dan sekolah. Menurut dia, Freeport Indonesia sejak lama mengadopsi konsep pembangunan berkelanjutan sebagai bagian integral operasi perusahaan. Menurutnya kontribusi Freeport dimaksudkan menjadi stimulus bagi pembangunan yang berkelanjutan dan bukan sekedar hibah.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup yang juga Mantan Rektor Universitas Cenderawasih Balthasar Kambuaya menyampaikan bahwa dalam kemitraan harus memiliki tujuan yang sama.

“Pembangunan Papua yang berkelanjutan tak mungkin dikerjakan oleh satu orang. Namun dalam membangun kemitraan itu harus didasarkan pada rasa saling percaya dan semangat untuk saling menguntungkan. Saya beri contoh di Uncen ini ada Freeport Corner. Itu adalah kerja sama yang kami lakukan dengan Freeport atas dasar kemitraan yang memiliki satu tujuan bersama dan mengedepankan kepentingan bersama,” terang Balthasar. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bung Komar Beber Arti Penting Segitiga Maluku, Papua dan NTT


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler