Kemnaker Matangkan Strategi Pengembangan Sektor Ketenagakerjaan Berbasis Kawasan

Sabtu, 11 Februari 2023 – 16:38 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat menghadiri Festival Pesona Pujut Mandalika dan Temu Mitra Perluasan Kesempatan Kerja di Area Bazar International Tourism Development Center (ITDC) Sirkuit Mandalika, Sabtu (11/2). Foto: Dokumentasi Humas Kemnaker

jpnn.com, MANDALIKA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong percepatan pengembangan destinasi pariwisata superprioritas, salah satunya di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada Kemnaker untuk mendukung pengembangan destinasi pariwisata superprioritas pada sektor ketenagakerjaan.

BACA JUGA: Menaker Ida Fauziyah Beber Kemnaker Sudah Bangun 3.757 BLK Komunitas Selama 6 Tahun

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan jajarannya di Kemnaker telah menyusun berbagai agenda strategis dan melakukan berbagai langkah nyata untuk mengembangkan sektor ketenagakerjaan berbasis kawasan.

"Berbagai langkah itu dimulai dengan penyusunan rencana tenaga kerja dan proyeksi ketenagakerjaan di Kawasan Mandalika," kata Menaker Ida Fauziyah.

BACA JUGA: Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Pembangunan 846 BLK Komunitas, Begini Harapannya

Hal itu disampaikan Menaker Ida Fauziyah saat menyampaikan sambutan pada Festival Pesona Pujut Mandalika dan Temu Mitra Perluasan Kesempatan Kerja di Area Bazar International Tourism Development Center (ITDC) Sirkuit Mandalika, Sabtu (11/2).

Lebih lanjut Menaker Ida menyampakan di sektor pengembangan kompetensi SDM sektor pariwisata, Kemnaker telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan sertifikasi pariwisata.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, UPTD BLK Lombok Tengah, dan balai-balai latihan kerja (BLK) Komunitas.

"Untuk itu, kami telah melakukan merevitalisasi BPVP Lombok Timur menjadi pusat pengembangan SDM pariwisata berstandar internasional," ujar pendiri Kaukus Perempuan Parlemen itu.

Kemnaker juga meningkatkan kualitas peralatan perlatihan di UPTD BLK Lombok Tengah, dan membangun beberapa BLK Komunitas di sekitar Kawasan Mandalika.

"Tidak hanya itu, peningkatan kompetensi masyarakat, terutama angkatan kerja muda di sekitar Mandalika dan Lombok pada umumnya, kami telah dan terus menyelenggarakan program pemagangan," sebut Menaker Ida Fauziyah.

Dalam program pemagangan destinasi pariwisata superpriotitas, pelaksanaan pemagangan di Kawasan Mandalika ini terbilang sukses.

"Selain antusiasme masyarakat yang tinggi, seratus persen alumni pemagangan telah terserap ke pasar kerja, baik di hotel-hotel maupun restoran-restoran," ungkapnya.

Untuk memfasilitasi dan mempertemukan antara masyarakat pencari kerja dan pemberi kerja atau dunia usaha, Kemnaker juga telah mengembangkan Sistem Informasi Pasar Kerja yang dapat diakses secara digital maupun manual.

"Secara offline, kami telah menyediakaan layanan ketenagakerjaan secara terintegrasi melalui Anjungan SIAPkerja yang telah didirikan di Kawasan Mandalika," kata Ida Fauziyah.

Alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengatakan bagi masyarakat yang tidak bekerja secara formal dan memiliki potensi wisausaha, Kemnaker merekrut mereka menjadi tenaga kerja mandiri (TKM).

Program yang diarahkan untuk perluasan kesempatan kerja ini merupakan program bantuan kewirausahaan secara terpadu, mulai dari pelatihan, pemberian insentif modal, pembinaan, pendampingan, inkubasi hingga business matching dengan buyer dan permodalan.

TKM difokuskan pada usaha-usaha yang dibutuhkan dan terhubung dengan kawasan pariwisata, seperti kuliner, industri kreatif, homestay, dan jasa-jasa wisata lainnya.

Menaker Ida menegaskan dalam pengembangan ketenagakerjaan dan program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan ini, Kemnaker telah lakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dari desa-desa penyangga.

Menurutnya, dengan partisipasi masyarakat ini, program dan rencana kegiatan tidak lagi top-down tetap bottom-up, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi lokal.

Sebagai informasi, Festival Pesona Pujut Mandalika dan Temu Mitra Perluasan Kesempatan Kerja di Kawasan Mandalika merupakan forum strategis untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, tenan-tenan usaha di kawasan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Tujuannya untuk bersama-sama menyukseskan proyek strategis nasional ini dan untuk memastikan masyarakat lokal dapat bekerja di dalamnya.

Pada acara tersebut juga dilangsungkan Jobfair Hybrid yang diikuti 35 perusahaan yang menyediakan kurang lebih 2.630 kebutuhan pencari kerja (dalam dan luar negeri).

Terdiri dari berbagai sektor lapangan usaha seperti retail, P3MI, perhotelan, restoran, perbankan, finance dan BUMN.

"Melalui forum ini, kami berharap perencaaan pengembangan 'Kawasan Pujut Mandalika' ini untuk disinergikan dengan perencanaan pembangunan daerah, perencanaan pengembangan kawasan KEK Mandalika dan perencaan desa penyangga," ujar Menaker Ida Fauziyah. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler