Kenaikan Transaksi Bitcoin Terjadi Secara Global, Bagaimana di Indonesia?

Rabu, 14 April 2021 – 12:49 WIB
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Bitocto Exchange

jpnn.com, JAKARTA - Kenaikan transaksi bitcoin terjadi secara global, hampir di seluruh dunia. Fenomena ini juga terjadi di Indonesia.

Hanya saja di Indonesia volume transaksi bitcoin tidak naik terlalu besar karena faktor masyarakat yang belum terlalu teredukasi.

BACA JUGA: Cuitan Elon Musk dan Bos Twitter Dibeli Jutaan Dolar, Ini Kata CEO Indodax

CEO INDODAX Oscar Darmawan menyebut, kehadiran Bitcoin hadir untuk melengkapi ekosistem yang sudah ada.

"Jadi, kenaikan transaksi Bitcoin memang terjadi di seluruh dunia dan hampir setiap negara. Bitcoin seperti kripto sendiri hadir bukan untuk menggantikan," kata Oscar.

BACA JUGA: Soal Perseteruan Sibad dan Lesty Kejora, Nikita Mirzani Nyinyir Begini

Oscar juga membantah rumor seputar transaksi saham turun karena naiknya transaksi kripto

Menurutnya, hal itu tidak benar karena volume dan transaksi kripto memang sedang naik di seluruh dunia.

BACA JUGA: Mulai 15 April, Pelindo II Sesuaikan Tarif Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok, jadi Sebegini..

Ini terjadi karena harga kripto seperti Bitcoin yang menguat. Di sisi lain, tipe trader kripto sendiri berbeda dengan trader saham.

"Trader kripto lebih high risk and high gain. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal fenomena ini," sebutnya.

Transaksi Bitcoin di Indonesia sebenarnya tergolong kecil, yaitu hanya 1% dari transaksi volume global. Menurutnya, kenaikan volumenya tidak terlalu signifikan dibandingkan 2017 lalu.

Tetapi sisi positif saat ini di Indonesia, Bitcoin sudah ditetapkan sebagai komoditas dan dilindungi kepemilikannya oleh hukum.

Hal-hal mengenai Bitcoin dan aset kripto sudah diatur oleh Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Bursa Berjangka dan Komoditi (BAPPEBTI).

Selain itu, Indonesia tidak akan menggunakan cryptocurrency sebagai alat pembayaran. Ditambah lagi dengan adanya pernyataan bahwa pemerintah akan membuat uang digital atau melakukan digitalisasi Rupiah.

"Bitcoin, kripto dan produk dari teknologi blockchain lainnya juga hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Teknologi finansial itu juga lahir untuk meningkatkan literasi keuangan digital di Indonesia," sambungnya.

Oscar mengatakan yang terpenting investor harus mampu mengenali di mana mereka mengamankan uang atau asetnya.

Investor juga perlu melihat portofolio aset, keuntungan beserta risiko. Setiap investor tentunya harus mampu mengukur dan memperhitungkannya dengan baik.

Investor perlu melihat legalitas suatu aset dan pialang atau exchange, sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Jadi, investor harus mengenal dan memahami karakteristik suatu komoditas. Apakah investasi tersebut sesuai dengan karakteristik si investornya? Tentu itu tergantung oleh investor. Karena setiap investor juga memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengelola asetnya," kata Oscar.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapitalisasi Pasar Mata Uang Kripto Capai Level Tertinggi, Bitcoin Jadi Jawaranya...


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler