Kenakan Baju Merah, Bu Risma Berkali-kali Teriak: Hidup Mega!

Kamis, 09 Juli 2015 – 06:04 WIB
Dari kiri, Whisnu, Risma, dan Hasto di Gedung Wanita Kalibokor. Risma menunjukkan salinan KTA PDIP yang diperbesar. Dia kini tercatat sebagai kader PDIP bernomor 1497660. Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos

jpnn.com - SURABAYA –  DPP PDIP secara resmi memberikan ’’tiket’’ kepada Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana untuk maju bersama pada pemilihan wali kota (pilwali) Surabaya.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang hadir dalam rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) di Gedung Wanita Kalibokor.

BACA JUGA: 445 Personel Polres Amankan Jalur Mudik

Restu DPP PDIP kepada Risma-Whisnu tertuang dalam surat rekomendasi nomor 273/IN/DPP/VI/2015 bertanggal 22 Juni 2015 yang ditandatangani Hasto dan Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP Idham Samawi. Surat ’’sakti’’ tersebut dibacakan secara lantang oleh Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi kemarin (8/7).

Sementara itu, surat yang dipakai untuk keperluan pendaftaran ke KPU Surabaya diberikan dengan amplop cokelat tertutup. Surat yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto tersebut diberikan kepada Risma dan Whisnu secara terpisah dalam dua amplop berbeda.

BACA JUGA: Dinkes Belum Bersikap soal Pembalut Perempuan

Pada rakercabsus itu, Risma tampak begitu siap. Perempuan pertama yang menjadi wali kota Surabaya tersebut mengenakan baju merah berlengan panjang. Di dada kiri ada lambang banteng moncong putih khas PDIP. Di dada sebelah kanan belum ada emblem nama Risma layaknya baju milik kader-kader PDIP lain.

Risma yang datang bersama dengan Hasto dan Whisnu disambut kader-kader PDIP yang telah memenuhi tempat pertemuan di lantai 2 Gedung Wanita Kalibokor. Risma langsung duduk di panggung.

BACA JUGA: Kantornya Diamuk Warga, Pak Lurah Lapor Polisi

Perempuan yang mendapatkan gelar doktor honoris causa dari ITS tersebut juga ikut berdiri menyanyikan mars PDIP. Dia berkali-kali meneriakkan ’’Hidup Mega’’ saat memberikan sambutan.

Pada rakercabsus itu, Risma menerima kartu tanda anggota dengan nomor 1497660. Dengan demikian, Risma secara resmi telah terdaftar sebagai kader PDIP.

Risma mengatakan sudah mantap mengundurkan diri dari status pegawai negeri sipil (PNS). Dia mengaku ingin masuk dunia swasta. ”Saya mundur dari PNS sejak sebulan lalu,” ungkap Risma yang tahun ini berusia 54 tahun tersebut.

Meski begitu, Risma menyatakan tetap ingin menjadi dosen tamu di kampus ITS yang telah memberinya gelar doktor kehormatan.

Selama ini dia memang tidak ingin mengumbar bahwa dirinya sudah tidak menjadi PNS. Sebab, Risma tidak mau dianggap pamer dan ingin menjauhi kesan ambisius dalam pilwali. "Mudah-mudahan ini tidak menjadikan saya riya (pamer),” kata Risma.

Mantan kepala bappeko itu mengungkapkan, dirinya juga mendapatkan amanat khusus dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia diminta untuk merawat dan lebih menyejahterakan warga Surabaya. ”Karena itu, saya berharap kita semua bekerja bersama. Mohon PAC dan ranting (PDIP, Red) melapor kalau ada warganya yang belum sejahtera,” tambah dia.

Risma menepis anggapan kerap berseberangan dengan Whisnu Sakti Buana yang menjadi wakilnya. Meski pernah ada sejarah buruk berupa pemakzulan, Risma sudah melupakan itu semua. Dia menyebutkan selama ini berbagi peran dengan Whisnu.

Whisnu yang juga ketua DPC PDIP Surabaya tersebut sempat berseloroh saat mengawali pidatonya. Dia menyebutkan, Risma akhirnya bisa menampakkan jati dirinya dengan seragam PDIP. Whisnu pun siap mendampingi Risma untuk maju dalam pilwali 2015. Pada tahun ini, DPC PDIP Surabaya menargetkan bisa mendapatkan 93 persen suara.

”Bandingannya, di Solo saja Pak Jokowi pada periode kedua bisa dapat 92 persen. Maka, di Surabaya saya kira 93 persen sanggup,” tambahnya.

Dia juga menyentil parpol-parpol yang bergabung dalam Koalisi Majapahit. Whisnu bahkan menantang Koalisi Majapahit untuk bertanding secara sportif dalam pilwali. Dia meminta Koalisi Majapahit tidak berupaya menggagalkan pilwali dengan cara tidak mengusung satu calon pun.

Whisnu mengklaim, beberapa partai siap untuk mendukung PDIP memajukan Surabaya. ”Mereka menyatakan siap mendukung dalam bentuk apa pun. Termasuk menyukseskan pilwali sesuai jadwal,” kata mantan wakil ketua DPRD Surabaya itu. (jun/c7/oni)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tinggal PNS Disnakertrans Belum Teruma Gaji ke-13


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler