Kendaraan pakai BBM Beroktan Rendah, Biang Kerok Polusi di Jakarta

Rabu, 01 Juli 2020 – 11:54 WIB
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai penggunaan BBM beroktan rendah berkontribusi terhadap polusi di Jakarta.

Lebih dari 30 persen bensin premium digunakan oleh kendaraan bermotor. Jika premium tidak dihapus, kota Jakarta akan tenggelam oleh polusi.

BACA JUGA: New Normal Harus Dibarengi dengan BBM RON Tinggi yang Ramah Lingkungan

"Penyebab polusi udara tinggi karena banyak kendaraan masih mengonsumsi BBM yang memiliki oktan rendah. Mestinya pemerintah satu suara mencari solusi yang terbaik," katanya, Rabu (1/7).

Penghapusan BBM yang tidak ramah lingkungan seperti premium, juga sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon sebagaimana Perjanjian Paris (Paris Protokol), yang telah diratifikasi.

BACA JUGA: Pengamat: Bukan Zamannya Lagi Kendaraan Pakai BBM Busuk

"Pengurangan emisi karbon antara 29-40 persen akan sulit tercapai jika masyarakat masih dominan menggunakan BBM yang tidak ramah lingkungan," ujarnya.

Pemerintah pusat sebenarnya telah menetapkan Premium hanya berlaku di luar Pulau Jawa. "Tinggal komitmen saja pelaksanaannya bagaimana," tegasnya.

BACA JUGA: Rekening Pengguna E-Banking Dibobol, Rp 415,5 Juta Lenyap, Begini Modusnya

Sementara Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, memperbaiki kualitas udara di Jakarta bukanlah langkah mudah.

Sebagai kota besar dengan jumlah penduduk 11,6 juta jiwa atau dengan tingkat kepadatan 16.704 jiwa/km, perlu upaya bersama agar ibu kota dapat menghadirkan lingkungan dengan udara yang sehat bagi warganya.

"Biang keroknya itu jumlah kendaraan di kota besar termasuk seperti di Jakarta. Apalagi mereka ini umumnya memakai bahan bakar (BBM) yang tidak ramah lingkungan," ujar Mamit.

Dijelaskannya, di Jakarta saat ini tidak kurang dari 13 juta unit sepeda motor dan lebih dari enam juta unit roda empat yang terdaftar. Setiap hari tidak kurang dari 25 juta perjalanan melintasi kota Jakarta.

"Mereka penyumbang polusi utama , apalagi jika menggunakan BBM tidak ramah lingkungan. Masalah ini baik bagi Jakarta dan kota besar lain akan tetap jadi masalah yang laten," katanya.

Menurutnya, upaya pemerintah dengan mendorong program langit biru, yakni mendorong BBM ramah lingkungan, harus didukung.

Caranya, dengan dengan mengurangi distribusi dan penjualan jenis BBM yang tidak ramah lingkungan, yaitu BBM beroktan rendah.

"Ujung-ujungnya untuk membuat lingkungan lebih sehat dan nyaman bagi masyarakatnya," tegas Mamit.

Dia menilai Pertamina tetap pada penugasan yang di berikan oleh pemerintah. Jadi akan mendukung apapun kebijakan pemerintah terkait hal ini.

"Kalau ada permintaan agar distribusi BBM beroktan rendah dihentikan, pasti akan dipenuhi," tandasnya. (esy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler