Kepala BIN: Puncak Kasus Covid-19 Sudah Dilalui, Vaksinasi Harus Digencarkan!

Senin, 07 Maret 2022 – 20:21 WIB
Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan. Foto: dok. BIN

jpnn.com, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggencarkan percepatan vaksinasi demi memenuhi target 70 hingga 75 persen populasi secara nasional.

Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan mengatakan puncak kasus positif Covid-19 diperkirakan sudah terlampaui.

BACA JUGA: Kepala BIN Sebut Kebhinekaan Bakal Berdaya Guna di IKN Nusantara

Namun, justru karena itu target vaksinasi harus dicapai agar tidak ada pembalikan fenomena.

Data pada 4 Maret 2022 menunjukkan, positivity rate Covid-19 di Indonesia sudah turun menjadi 16,3 persen dari 18,2 persen pada akhir Februari.

BACA JUGA: Kepala BIN Pastikan Pemindahan IKN ke Kalimantan Tak Tergesa-gesa

Pada saat yang sama, ada 15 provinsi yang mengalami penurunan kasus harian, dan 8 provinsi yang melandai.

“Ini data yang menggembirakan, tapi tidak boleh mengurangi kewaspadaan. Saat puncak positivity rate terlampaui, dan penurunan kasus harian terlihat, upaya pengendalian penyebaran Covid-19 justru harus dioptimalkan,” kata Budi, dalam siaran persnya, Senin (7/3).

BACA JUGA: Kepala BIN Sebut IKN Nusantara Bakal Dorong Transformasi Peradaban

Mantan Wakapolri itu menyebut puncak positivity rate sudah dilewat, bukan berarti menjadi akhir pandemi.

Itu hanya titik jenuh yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengoptimalkan vaksinasi, deteksi dan mitigasi, serta disiplin protokol kesehatan.

Dalam sepekan terakhir, BIN menggencarkan vaksinasi untuk meningkatkan capaian di kalangan anak-anak, lansia, dosis booster dan umum.

Vaksinasi setidaknya digelar di 12 provinsi, yang disebar di puluhan titik pelayanan. Cakupan vaksinasi diperluas hingga ke pelosok desa atau pulau yang selama ini sulit dijangkau yang dikenal dengan istilah wilayah 4T: terpencil, terdalam, terluar, dan terjauh.

Di Kepulauan Bangka Belitung, BIN daerah (Binda) menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah hingga unit terkecil untuk melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah atau door to door.

"Komitmen kami sama, yaitu menjangkau dan mempermudah akses vaksin bagi semua lapisan masyarakat, termasuk yang tinggal jauh di pelosok pedesaan dan kepulauan," ujar Kabinda Babel Imam , Imam Santoso di Pangkalpinang.

Di Provinsi Riau, Binda setempat menggelar vaksinasi secara serentak di enam wilayah yang juga memiliki wilayah terdalam, terjauh, dan terpencil, yakni Bengkalis, Dumai, Meranti, Rohil, Rohul dan Siak.

Jumlah vaksin yang berhasil disuntikkan mencapai 248.000 dosis perbulan, dengan sasaran utama anak usia 6-11 tahun dan lansia.

"Kita pakai metode terpusat dan door to door, agar cakupan meluas. Dengan demikian akan terbentuk benteng pelindung bagi masyarakat, termasuk di wilayah terjauh, terdalam, dan terpencil,” ujar Kabinda Riau, Brigjen TNI Amino Setya Budi. (cuy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler