Kepala BPIP: Salam Pancasila Pemersatu Bangsa Bukan Mengganti Salam Keagamaan

Selasa, 10 Januari 2023 – 23:05 WIB
Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi saat memperagakan gerakan saat menyampaikan Salam Pancasila. Foto: Dokumentasi BPIP

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah meluncurkan video pendek Salam Pancasila.

Video berdurasi 5 menit 30 detik tersebut bisa diakses melalui kanal Youtube BPIP melalui link ini: https://bit.ly/salampancasilabpip.

BACA JUGA: BPIP dan MA Kompak Lakukan Ini untuk Menguatkan Nilai-Nilai Pancasila di Lembaga Yudikatif

Peluncuran video ini merupakan upaya BPIP mengenalkan makna 'Salam Pancasila' sebagai salam perekat dan pemersatu bangsa ke masyarakat luas.

Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi mengatakan menyampaikan salam merupakan perilaku terpuji yang dianjurkan oleh semua agama.

BACA JUGA: BPIP Berikan Trauma Healing untuk Korban Gempa Cianjur 

“Menyapa dan mengucapkan salam kepada orang lain adalah perilaku terpuji yang dianjurkan oleh semua agama. Karena itu dalam berbagai tradisi keagamaan, salam adalah bagian penting,” kata Prof Yudian melalui keterangan, Selasa (10/1).

Menurutnya, di tengah keragaman tradisi salam di berbagai agama dan budaya Indonesia, penting untuk memiliki tradisi salam yang melintasi batas-batas kultural demi memperkokoh persatuan bangsa.

BACA JUGA: Refleksi Akhir Tahun, BPIP Membumikan Pancasila dengan Kreatif dan Inovatif

“Kita memiliki Bahasa Indonesia sebagai lingua franca atau bahasa antara, maka sekarang kita memiliki Salam Pancasila sebagai salam perantara atau saluti franca, yang dapat dipaktekkan oleh semua warga negara Indonesia,” terangnya.

Prof Yudian juga menjelaskan Salam Pancasila merupakan salam yang diadaptasi dari Salam Merdeka yang disampaikan Presiden Soekarno tak lama setelah kemerdekaan Indonesia.

Salam Pancasila sendiri mulai dikenalkan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan pada acara penguatan Pendidikan Pancasia di Istana Bogor pada tanggal 12 Agustus 2017.

Hadir dalam pertemuan pada saat itu adalah Presiden Joko Widodo dan anggota Dewan Pengarah BPIP (saat itu masih bernama Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila atau UKP PIP), yaitu Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Prof hmad Syafii Maarif dan Prof Mahfud MD.

Mereka turut mempraktekkan Salam Pancasila bersama ratusan mahasiswa yang hadir.

Dia mengajak hadirin untuk mempraktekkan Salam Pancasila dengan mengangkat tangan kanan di atas pundak dan berjarak sejengkal dari dahi kanan dengan jari-jari rapat.

Gerakan harus sedikit menghentak lalu menyeru dengan lantang “Salam Pancasila”.

Salam Pancasila ditegaskan juga bukan untuk menggantikan salam keagamaan.

“Salam Pancasila bukan untuk mengganti salam keagamaan. Tujuan utama Salam Pancasila adalah salam kebangsaaan untuk menghormati semua Warga Negara Republik Indonesia dari berbagai latar belakang agama, budaya apapun sesuai dengan spirit Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

BPIP juga meluncurkan buku karangan Khoirul Anam yang berjudul 'Salam Pancasila Sebagai Salam Kebangsaan: Memahami Pemikiran Kelapa BPIP Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD'.

Khoirul Anam mengucapkan terima kasih kepada Prof Yudian Wahyudi, karena telah memberikan kesempatan untuk menulis buku tentang Salam Pancasila yang pernah menjadi kontroversi beberapa tahun lalu.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Prof Yudian yang telah memberikan segalanya atas terbitnya buku ini," ucapnya saat sambutan di Yogyakarta, Jumat (21/1/2022) lalu.

Melalui bukunya tersebut, di berharap masyarakat bisa memahami makna dan perbedaan 'Salam Pancasila' dengan dan salam keagamaan.

Wakil Kepala BPIP Karjono ikut mengapresiasi kepada penulis.

Menurutnya, buku setebal 141 halaman tersebut dapat membantu mensosialisasikan 'Salam Pancasila' kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Karjono berharap Salam Pancasila dapat dibiasakan digunakan dalam setiap pertemuan atau kegiatan di instansi-instansi kementerian atau lembaga.

"Membiasakan dan memasyarakatkan 'Salam Pancasila' merupakan simbol dalam upaya membumikan dan mensosialisaskan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat," ujarnya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Phil Al Makin menyampaikan pihaknya akan terus ikut serta mensosialisasikan salam pemersatu bangsa tersebut. (mrk/jpnn) 


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler