Kepala BPOM Sebut Kausalitas BPA dengan Penyakit Tertentu Belum Jelas

Jumat, 10 Juni 2022 – 11:49 WIB
Kepala BPOM RI Penny K Lukito saat memberikan keterangan soal Bisphenol A (BPA). (ANTARA/Andi Firdaus).

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara terkait pernyataan sejumlah pihak tentang risiko Bisphenol A (BPA) yang disebut dapat mengganggu fertilitas, menyebabkan kanker, dan lain-lain.

Menurut Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito, keterkaitan antara zat kimia BPA dengan gejala medis tertentu masih bersifat indikatif dan kausalitasnya belum jelas.

BACA JUGA: Soal Rencana Pelabelan BPA Oleh BPOM, Salemba Institute: Bukan Ranah Komnas PA

"Penelitian yang dilakukan terhadap BPA menunjukkan risiko bahaya kesehatan seperti kesuburan dan berbagai penyakit lainnya belum jelas kausalitasnya," ujar Penny Kusumastuti dalam keterangan resmi yang diterima JPNN, Kamis (9/6).

Hal senada juga disampaikan sejumlah ahli pangan dan pakar kimia dari universitas ternama serta sejumlah dokter dalam acara sarasehan dengan tema bahaya BPA di Hotel Shangrila, Jakarta.

BACA JUGA: Karier Brigadir Wisnu sebagai Polisi Terancam Tamat, Kasusnya Berat

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. Wisaksono Sudoyo mengatakan belum ada bukti air galon guna ulang menyebabkan penyakit kanker. Menurutnya, 90-95 persen kanker itu dari lingkungan atau environment.

“Kebanyakan karena paparan-paparan gaya hidup seperti kurang olahraga dan makan makanan yang salah, merokok, dan lain sebagainya. Jadi belum ada penelitian air galon itu menyebabkan kanker,” ujarnya.

Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) yang juga dokter spesialis kandungan, Dr. M. Alamsyah Aziz, SpOG juga mengatakan sampai saat ini dirinya tidak pernah menemukan adanya gangguan terhadap janin karena ibunya meminum air galon.

Karenanya, dia meminta para ibu hamil agar tidak khawatir menggunakan kemasan AMDK galon guna ulang ini, karena aman sekali dan tidak berbahaya terhadap ibu maupun pada janinnya.

Senada dengan ahli kesehatan, ahli pangan dan pakar kimia dari universitas ternama di Indonesia seperti UI dan ITB juga mengatakan kemasan pangan yang mengandung BPA masih aman digunakan. Apalagi menurut mereka, produk-produk tersebut sudah memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, C.Ht, mengatakan jika sudah memiliki sertifikat SNI, semua kemasan pangan yang mengandung BPA itu termasuk galon AMDK sudah dijamin keamanannya.

“Saya khawatir pernyatan-pernyataan mengenai bahaya BPA ini hanya dijadikan alat persaingan dagang di antara pengusaha AMDK,” katanya.

Hal senada disampaikan Pakar Teknologi Produk Polimer/Plastik yang juga Kepala Laboratorium Green Polymer Technology – Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Assoc. Prof. Dr. Mochamad Chalid.

Dia menegaskan perlu ada kajian rinci untuk menjawab atau membuktikan kekhawatiran migrasi bisphenol A (BPA) pada kemasan galon air minum berbahan PC. Hal itu dimungkinkan oleh kesulitan klasifikasi dalam pengambilan sampel kemasan galon berdasarkan jumlah kali guna-ulangnya.

“Produsen yang terkait tidak akan sembarang mengeluarkan produk kemasan ini, terlebih harus memenuhi persyaratan yang sangat ketat seperti yang ditetapkan BPOM,” ujarnya.

BACA JUGA: Perintah Kombes Ngajib Tegas: Tangkap Pelaku dalam Waktu Kurang dari 12 Jam

Pakar polimer dari ITB DR Ahmad Zainal juga menyayangkan adanya narasi yang salah dalam memahami kandungan BPA dalam galon guna ulang berbahan Polikarbonat (PC) yang dihembuskan pihak-pihak tertentu akhir-akhir ini. Sebagai pakar polimer, dia melihat PC itu merupakan bahan plastik yang aman.(dkk/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BPOM   bisphenol A   BPA   AMDK  

Terpopuler