Kepala BRIN Pastikan Pengembangan Vaksin Menjadi Program Prioritas 2021

Rabu, 19 Mei 2021 – 21:48 WIB
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menegaskan program prioritas 2021 tetap pada pengembangan vaksi dan alat deteksi Covid-19. Foto Humas BRIN

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kepala BRIN) Laksana Tri Handoko (LTH) menyampaikan, pengembangan vaksin dan alat deteksi Covid-19 masih akan menjadi fokus utama tahun ini.

Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk tetap mendukung penelitian potensial lainnya agar tetap berjalan.

BACA JUGA: Anies Baswedan Klaim Angka Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Terendah dalam Setahun Terakhir

Dia juga berharap para peneliti dan perekayasa bisa bahu membahu membantu dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. 

"Presiden Jokowi sudah mengarahkan agar BRIN terus fokus mendukung pengembangan vaksin dari sisi riset. Dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) kami menginisiasi dan konsolidasi para periset,” jelas Handoko di Jakarta, Rabu (19/5).

BACA JUGA: LAPAN Bergabung dengan BRIN, Ini 5 Langkah Handoko

Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

Namun, pandemi juga menjadi berkah dalam kemandirian pemulihan pascapandemi Covid-19, yakni melalui percepatan ekosistem teknologi dalam negeri. 

BACA JUGA: Warga Penuhi Musala, Ada 2 Pria dan 1 Perempuan Duduk Tertunduk, Menegangkan

Hammam berharap seluruh pemangku kepentingan akan berkolaborasi membangun ekosistem inovasi dan terknologi untuk menjadi otak pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi.

“Saya ingat seluruh LPNK itu berusaha merespons dengan menghadirkan berbagai produk inovasi karya anak bangsa dan secara khusus membentuk TFRIC untuk menghadirkan inovasi teknologi Covid-19," terangnya.

Ekosistem inovasi tersebut, lanjutnya, merupakan wujud dari arahan presiden untuk menjadi otak pemulihan ekonomi.

Sejak Presiden Jokowi menyatakan secara resmi kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020, BPPT dengan cepat merespons dengan menggandeng seluruh komponen masyarakat mengatasi Covid-19. 

"Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) menjadi media dan sarana menggali ide, merumuskan program dan mewujudkan produk-produk inovasi teknologi untuk penanganan Covid-19 dengan cepat," terang Hammam.

Dia menegaskan, tanggal 20 Mei 2020 merupakan milestone kebangkitan inovasi teknologi dan wujud terbangunnya ekosistem mengatasi pandemi Covid-19.

Saat itu, Jokowi meluncurkan beberapa produk inovasi TFRIC-19, yaitu Produk Rapid Test Diagnostik, PCR test kit, Ventilator darurat, dan mobile laboratory BSL2. 

Selain itu, TFRIC-19 juga telah memberikan karya nyata untuk memperkuat Whole Genome Sequencing, mengembangkan Biosensor SPR, aplikasi Artifivial Intelligence untuk deteksi Covid-19 dan beberapa produk inovasi teknologi lainnya. (esy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengendalian Kasus Covid-19 Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi di Indonesia


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler