Kepengurusan PB HMI Resmi Dilantik, Ini Tiga Program Utamanya

Senin, 26 April 2021 – 07:57 WIB
Pelantikan pengurus PB HMI. Foto: dok PB HMI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Raihan Ariatama resmi melantik pengurus PB HMI masa bakti 2021-2023 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada, Minggu (25/4) malam.

Raihan mengatakan ada tiga program utama HMI di bawah kepemimpinannya, yakni HMI Digital, HMI Incubator Entrepreneurship dan meneguhkan komitmen keislaman dan keindonesiaan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Kisah Duka KRI Nanggala 402, Ganjar Diminta Turun Tangan, Bobby Nasution Tegas

Menurut putra Sumatera Barat (Sumbar) ini, program-program tersebut ditujukan agar PB HMI bisa mewarnai dan menjadi aktor revolusi industri 4.0 serta untuk mencapai tujuan HMI.

Dia mengatakan PB HMI akan melakukan reformasi birokrasi berbasis digital dengan tata kelola organisasi yang efektif dan efisien.

BACA JUGA: Pesan Kongres ke-31, PB HMI Wajib Hadirkan Solusi untuk Bangsa

“HMI Digital itu untuk mengefisienkan dan mengefektifkan kerja-kerja organisasi, digitalisasi adalah sebuah kebutuhan,” kata Raihan dalam sambutannya.

Dia mengakan bersama pengurus PB HMI akan menyusun manajemen pelatihan virtual. Lewat pelatihan virtual ini sistem kaderisasi akan dirancang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman.

BACA JUGA: Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021, PB HMI-MPO Bilang Begini

“Bentuk kehadiran yang lain, yakni kehadiran virtual, sangat dimungkinkan diterapkan dalam kaderisasi,” ujarnya.

Magister Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menuturkan lewat program HMI Incubator Entrepreneurship akan menjadikan kader-kader HMI sebagai penggerak ekonomi bangsa, hingga tidak hanya berorientasi sebagai komunitas intelektual tetapi bagaimana menghadirkan keadilan ekonomi bagi bangsa Indonesia.

“HMI tidak sekadar menjadi komunitas intelektual, melainkan juga menjadi komunitas ekonomi yang berorientasi pada keadilan ekonomi. Bukan sekadar pada pemaksimalan laba sebagaimana dalam sistem kapitalisme, melainkan berorientasi pada semangat sosial dan pemerataan ekonomi,” paparnya.

Raihan menjelaskan dengan sumber daya kader dan jejaring yang tersebar di seluruh Indonesia, HMI akan menjadi gerakan ekonomi besar yang mampu menjadi katalisator wirausahawan muda di Indonesia.

“HMI berkewajiban membangun incubator entrepreneurship sebagai wadah di mana para wirausahawan muda dididik dan digembleng. Terdapat workshop wirausaha, pendampingan wirausaha (coaching), dan bantuan akses pada permodalan yang diselenggarakan secara terencana dan berkelanjutan,” jelasnya.

“HMI Incubator Entrepreneurship diharapkan mampu menumbuhkan minat kader-kader dalam berwirausaha, serta mampu mengatasi hambatan-hambatan dalam menjadi wirusahawan muda,” sambungnya.

Sementara Program Meneguhkan Komitmen Keisalaman dan Keindonesiaan menjadi hal utama dalam organisasi yang digagas oleh Lafran Pane, hingga komitmen kebangsaan HMI tidak diragukan lagi.

Komitmen keislaman dan ke-Indonesia-an HMI, tegasnya, menjadi penguat para kader saat ada gerakan membenturkan agama dengan negara dari oknum-oknum tertentu.

“Kita tidak boleh henti-hentinya untuk memperkuat komitmen keislaman dan keindonesiaan. Apalagi akhir-akhir ini ruang publik kita dipenuhi dengan berbagai upaya untuk membenturkan kembali antara Islam dan negara,” ungkapnya.

Menurut Raihan, hal ini tercermin dari eskalasi wacana yang signifikan di ruang publik, yang mana Islam menegasikan negara dan begitu pula sebaliknya.

Bahkan tidak berhenti pada wacana, benturan ini kerap kali mewujud dalam konfrontasi fisik seperti yang terjadi dengan radikalisme, dan ekstrimisme agama yang kerap kali berujung pada tindakan kekerasan dan teror.

“Dalam meneguhkan keislaman dan keindonesiaan, HMI harus mengedepankan cara-cara yang berintelektual dan beradab serta dengan cara-cara kekinian. Sebagai generasi terdidik dan intelektual, kader HMI memiliki tanggung jawab moral yang tidak hanya menjadi intelektual menara gading (ivory tower intellectuals), tetapi menjadi intelektual progresif yang berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan dengan melakukan kerja-kerja advokasi demi terpenuhinya rasa keadilan rakyat,” sambungnya.

Diketahui, Raihan Ariatama terpilih dan dilantik sebagai Ketum PB HMI ke-35 masa bakti 2021-2023. Pelantikan pengurus PB HMI dengan tema ‘Meneguhkan Keislaman an Keininesiaan Dalam Bingkai Intelektualisme’ ini juga diisi dengan dialog nasional.

Selain melantik pengurus, Raihan Ariatama juga melantik Umiroh Fauziah sebagai Ketua Umum Kohati PB HMI periode 2021-2023. (flo/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler