Keren! Bus-Bus Wonderful Indonesia Blusukan di Berlin

Jumat, 10 Maret 2017 – 16:16 WIB
Bus di Berlin, Jerman yang dibalut dengan nuansa Wonderful Indonesia seiring penyelenggaraan Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2017 yang berlangsung 8-12 Maret. Foto: Kemenpar for JPNN.Com

jpnn.com, BERLIN - Bus-bus pariwisata yang mengelilingi Berlin sejak 1994 telah menjadi salah satu ikon di ibu kota Repubrik Federal Jerman itu. Tapi kini ada pemandangan lain yang disajikan bus-bus pariwisata di Berlin.

Ada bus pariwisata yang sengaja di-wrapping dengan nuansa khas Indonesia. Yakni bus yang dibungkus dengan gambar-gambar Danau Toba, stupa Borobudur, hingga pemandangan Bali.

BACA JUGA: Ingin Temui Raja Salman, Habib dari Situbondo Diamankan

Kini, bus-bus itulah yang menjadi pusat perhatian publik di Berlin. Bus itu dibungkus dengan nuansa tanah air demi branding Wonderful Indonesia di ajang Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2017 yang berlangsung 8-12 Maret ini.

Wonderful Indonesia memang ambil bagian dalam ajang ITB Berlin 2017. Ada sellers dan buyers pariwisata dunia yang berkumpul dalam ajang internasional yang mengusung tagline the world's largest tourism trade fair itu.

BACA JUGA: Simon Tak Akan Bisa Temui Putri Raja Salman di Bali

Bus-bus turis di Berlin yang terbungkus nuansa Indonesia itu merupakan salah satu strategi Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mendongkkak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu memang punya berbagai skenario mendongkrak wisman, termasuk memanfaatkan ajang ITB Berlin 2017.

BACA JUGA: Inbound ke Indonesia, Australia Geser Malaysia

Arief menuturkan, timing pemasangan branding Wonderful Indonesia memang sengaja dibarengkan dengan penyelenggaraan ITB Berlin 2017. Sebab, ajang itu dihadiri pelaku bisnis pariwisata dari 187 negara, dari lima benua, 10.000 exhibitors, 1.000 buyers top dunia, 26.000 pengunjung konvensi, dan 120.000 trade visitors.

“Timing yang pas untuk menaikkan selling sekaligus branding Wonderful Indonesia di komunitas pariwisata dunia. Kita menemukan momentum istimewa, maka kita curi peluang," tutur Arief di sela-sela ITB Berlin 2017 di Messe, Berlin.

Strategi itu diterapkan karena sudah terbukti efektif. Misalnya, Arief juga melakukannya ketika Prancis menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016.

Bus-bus wisata di Paris pun dibungkus dengan nuansa Indonesia. Hal serupa juga dilakukan saat Wordl Travel Market (WTM) London tahun lalu. Saat ajang travel mart terbesar kedua di dunia itu digelar di London, Kemenpar juga memajang Wonderful Indonesia pada 400 taksi khas London yang dikenal dengan sebutan black cab.

Ada pula bus tingkat atau double decker ikon London yang di dibungkus Wonderful Indonesia. Sedangkan jelang kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, Kemenpar juga memajang iklan di Aljazeera dan CNN International.

“Kita placement untuk mengiklankan Raja Salman dengan destinasi Bali, Jakarta, Bogor dan semua keindahan alam budaya yang memikat market Arab Saudi dan Timur Tengah. Bahkan 50 persen budget ke Aljazeera kita gelontorkan ke momentum yang baru 47 tahun terulang itu. Sangat istimewa," tutur Arief.

Lebih lanjut Arief mengatakan, ITB Berlin juga menjadi rujukan trend pariwisata dunia. Semua perkembangan terkini entah itu terkait dengan teknologi, digital, destinasi, airlines, aksesibilitas, marketing, di sektor pariwisata dunia, terbaca di acara ini.

"Ketika brand Wonderful Indonesia naik, orang dengan mudah mencari informasi tentang industri pariwisata Indonesia. Orang akan menemukan tiga prioritas utama tahun 2017 ini, go digital, homestay desa wisata dan aksesibilitas udara. Maka, keunggulan dan daya tarik Indonesia bukan hanya dari keindahan destinasi, alam budaya dan buatan manusia, tetapi juga potensi investasi di sektor pariwisata," katanya.

Karenanya bus-bus turis berbalut Wonderful Indonesia yang berkeliling Berlin juga untuk menarik minat warga Jerman agar berpelesiran ke Indonesia. Saat ini Jerman masuk tiga besar negara Eropa yang mengirim warganya untuk berpelesiran ke Indonesia.

Sedangkan di peringkat pertama ada Prancis dan Inggris. Tahun 2016, ada 231.694 wisman Jerman yang ke Indonesia, atau naik 17 dibanding tahun sebelumnya. "Proyeksi 2017, Jerman dipatok target hingga 306 ribu," sebutnya.

Arief menegaskan, orang-orang yang suka berwisata rata-rata melek teknologi, pecandu selfie, hobi narsis dan aktif mengunggah foto atau video pendk mereka ke media sosial. Branding Wonderful Indonesia di bus-bus wisata Berlin itu ibarat umpan.

"Mereka punya peluru untuk posting dan menjadi viral di digital. Sangat efektif dibicarakan publik di darat (dunia nyata) maupun di dunia maya," sambung Arief.

Selain itu, katanya, Indonesia merupakan bangsa besar. Indonesia pernah merajai maritim dari Asia di era Majapahit dan Sriwijaya.

Namun, Indonesia memang terpuruk saat penjajah datang. "Saatnya bangkit! Kita bangsa hebat, bangsa kuat, bangsa kreatif. Cara menaikkan pride itu tidak cukup dengan omong-omong saja, tapi dirupakan dalam fisik yang kasat mata. Maka booth Wonderful Indonesia pun dibuat sangat unik, kreatif, berfilosofi, jauh di atas standar international yang disyaratkan. Branding Wonderful Indonesia itu menaikkan confidence bangsa kita di mata dunia," tuturnya.

Dan bus-bus berbalut Wonderful Indonesia yang blusukan di Berlin memang melintasi wilayah-wilayah strategis. Misalnya melintas di Brandenburger Tor (Gerbang Perdamaian), Charlie Check Point (bekas pos perbatasan Berlin Barat - Berlin Timur), East Side Gallery, Tembok Berlin dengan banyak grafiti, hingga foto besar tentang ciuman antara Presiden Uni Sovyet Leonid Leonid Brezhnev dan Presiden Jerman Timur Erich Honecker yang menjadi tempat wisata bersejarah di Berlin.

"Sudah pasti, di sana juga banyak wisatawan, banyak orang asing! Bus Wonderful Indonesia itu juga sekaligus untuk menjaring ikan di kolam tetangga. Mempromosikan Indonesia buat travellers yang sedang menikmati wisata di Berlin," kata pria asli Banyuwangi ini.

Arief meyakini ITB Berlin merupakanjalan yang baik untuk memperkuat Indonesia di kompetisi antar-exhibitors. "Kita tidak hanya bermain di area Messe, venue pameran, tetapi juga Kota Berlin yang bersentuhan dengan MICE paling akbar itu," jelasnya.(jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenpar Siapkan Jurus untuk Membawa Selayar Mendunia


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler