Keren, Elon Farm Kembangkan Polikultur Berbasis Air Laut

Selasa, 16 Februari 2021 – 22:37 WIB
Elon Farm, inovasi pertanian berbasis air laut, Marine Aquagriculture. Foto: Elon Farm

jpnn.com, JAKARTA - Tim riset Elon Farm di bawah komando Penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) Doktor Joel, berhasil melakukan riset dan pengembangan pangan dari komoditas hasil laut.

Metode yang diberi nama Marine Aquagriculture berhasil dikembangkan di Buleleng, Bali sekitar empat bulan lalu.

BACA JUGA: Marine Aquagriculture, Pertanian Modern Berbasis Air Laut

"Kami berhasil membuat terobosan polikultur berbasis air laut, komoditas utama adalah ikan kerapu, lobster dan anggur laut," ucap Joe, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2).

Metode Aquagriculture ini lanjutnya, merupakan sebuah paradigma baru dalam menciptakan ekosistem yang nyaman untuk polikultur. Ekosistem buatan ini memiliki banyak keunggulan dibanding ekosistem alami.

BACA JUGA: Respons Rektor IPB Terkait Program Data Desa Presisi

"Mereduksi faktor penghambat dan memaksimalkan faktor penunjang, sehingga spesies yang dibudidayakan lebih merasa nyaman dan tentram," tuturnya.

"Dengan demikian semua spesies yang dibudidayakan dalam serial metode yang kami beri nama Aquagriculture TRG-01 (freshwater), Aquagriculture TRG-02 (sea water) dan Aquagriculture TRG-03 (brackish water) ini hidup berdampingan dan saling memacu pertumbuhan" sambungnya.

BACA JUGA: Aquagriculture Mulai Dikembangkan di Bogor

Selain itu, kata Joe, kelebihan dari ketiga serial metode Aquagriculture ini ialah minimum cost tapi high produktivitas.

Sistem itu terlihat modern, tetapi semua bahan dan peralatan yang digunakan sederhana dan mudah didapatkan.

"System ini tidak memerlukan peralatan canggih dengan segala jenis sensor," ujarnya.

Joe menambahkan, kunci keberhasilan dari sistem ini ialah ketekunan serta harus memiliki "rasa" untuk menjaga kestabilan ekosistem.

Saat iniz Joe berujar sedang melakukan riset dengan motede yang sama tapi berbasis air payau, sekitar dua bulan lagi akan terlihat hasilnya.

"Komoditasnya ikan baramundi, udang vaname, kepiting bakau dan anggur laut," tutupnya. (ddy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler