Kerja Keras sejak Masih Bujangan, Kini Punya Rumah Mewah

Rabu, 30 November 2016 – 00:08 WIB
H.Samroni berpose bersama kedua anaknya di depan rumah belum lama ini. Foto: DEDE NADIYANAH/RATEG/JPNN.com

jpnn.com - H.Samroni, 41, pegusaha batu bata asal Desa Setu, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

Berkat kerja kerasnya, kini dia bisa membeli rumah di kawasan perumahan elite di Kota Tegal.
 
LAPORAN: DEDE NADIYANAH
 
UMUMNYA , perumahan elite di kawasan Taman Sejahtera, Kelurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat dimiliki oleh seorang pejabat, politikus, atau pengusaha ternama.

BACA JUGA: Hebat, Karya Pelukis Asal Jogja ini Mulai Diakui Dunia

Namun, siapa yang menduga kalau H Samroni juga mampu membeli rumah mewah di kawasan yang dekat dengan Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Tegal itu.

Berkat perjuangannya dari saat masih bujangan, warga asal Setu RT 3 RW 2 ini berhasil mengumpulkan uang dari hasil kerja kerasnya.

BACA JUGA: Suci, Mahasiswi Berprestasi Ini Tukang Odong-Odong

Walaupun hanya sebatas menjadi pengusaha batu bata, dia selalu berusaha agar keluarganya memiliki rumah yang harganya mahal itu.

Bagi sebagian orang mungkin heran. Sebab, hanya sebagai pengusaha batu bata, tapi Sahroni mampu membli rumah yang harganya di atas Rp 1 miliar.

BACA JUGA: Gibran Rakabuming Raka, Masih Tak Terlihat Seperti Anak Seorang Presiden

“Ya, banyak yang heran dan  tidak percaya kalau saya punya rumah di sini (Taman Sejahtera, red). Padahal sertifikatnya sudah atas nama saya,” kata H Samroni sambil menunjukkan foto copy sertifikat rumah berukuran 150 meter persegi tersebut.

Keberhasilan itu diawali dengan perjuangan keras. Dimulai dari menjual batu bata sendiri saat masih bujangan, kini Samroni sudah memliki karyawan lebih dari 40 orang.

Sebab, kini usaha Samroni sudah mampu memproduksi batu bata 7 ribu hingga 8 ribu batang per hari tanpa berhenti.

“Ini tentu tidak diperoleh dalam waktu singkat, mengingat saya merintis usaha sejak masih bujangan. Yang jelas, adanya keberhasilan ini bukan tanpa perjuangan,” kata H Samroni.

Dia mengaku, produksi dan pemasaran batu bata di wilayah Tegal memang pasaran sangat tinggi. Dia mengaku, setiap hari ada saja orang yang memesannya.

Karena itulah, dia bias mengumpukan uang dari omset yang diperoleh.

“Setiap hari ada pesanan dan barang yang dikirim,” tutur bapak dua anak ini.

Ke depan, dirinya selalu berharap usaha yang sudah dirintis berpuluh-puluh tahun itu bisa berkembang pesat.

Meski demikian, hasil usahanya tersebut bukan untuk diri sendiri saja.

Dia mengaku apa yang diperjuangkannya selama ini diniati untuk menafkahi keluarga, khususnya membahagiakan istri dan anak-anaknya.

“Jika ada rezeki berlebih, tak lupa kami bersedekah untuk warga kurang mampu,” pungkasnya. (*/fat/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jualan Kucing Hutan, Eh...Pembelinya Aparat yang Menyamar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler