'Keruntuhan' Tradisi Rektor Unair yang Selalu Diisi Orang Eksak

Senin, 01 Juni 2015 – 06:44 WIB
SUARA BULAT: Prof Nasih terpilih sebanyak 19 anggota MWA yang hadir mutlak memilih sebagai rektor Unair periode 2015 - 2020. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

jpnn.com, SURABAYA - UNIVERSITAS Airlangga (Unair) akhirnya punya rektor baru. Seperti yang diduga sejak awal, Prof Dr Moh. Nasih SE MT Ak terpilih sebagai orang nomor satu di kampus kebanggan masyarakat Surabaya itu. Anggota majelis wali amanat (MWA) mengumumkan hal itu setelah rapat pleno di Kampus C Unair Jumat sore (29/5).

Rapat pleno berlangsung tertutup. Namun, dari hasil yang disampaikan, diketahui MWA secara bulat menunjuk Nasih sebagai pengganti Prof Dr Fasich Apt. Nasih menang mutlak atas dua kandidat lain, Prof dr Djoko Santoso PhD SpPD KGH FINASIM dari fakultas kedokteran dan Dr Hj Umi Athiyah Apt MS dari fakultas farmasi.

BACA JUGA: Yosandy Lip San, 10 Tahun Geluti Profesi Pembaca Tulisan Tangan

MWA terdiri atas 21 anggota. Namun, dua orang di antaranya yang merupakan perwakilan tokoh masyarakat tidak datang. Yakni, Triyono Wibowo dan Wakil Menteri BUMN Mahmudin Yasin. Sedangkan Menristek Dikti Muhammad Nasir diwakili Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Ir Patdono Suwignjo MEng Sc PhD. Sebanyak 19 suara yang masuk itu memilih Nasih.

”Alhamdulillah, sudah terpilih rektor baru Unair. Seluruh anggota MWA yang hadir melakukan musyawarah. Secara aklamasi, terpilih Prof Nasih sebagai rektor Unair periode 2015 sampai 2020,” ungkap Ketua MWA Unair Sudi Silalahi.

BACA JUGA: Kami Astronot Cantik dari Indonesia

Menurut dia, pemungutan suara secara aklamasi tidak dapat dipisahkan dari demokrasi. Suara yang memilih sudah mewakili seluruh masyarakat Unair. Menurut Sudi, tiga kandidat mendapat nilai baik dari MWA. Penilaian dilakukan sejak awal proses seleksi akhir Maret lalu. ”Tiga kandidat semuanya baik. Tapi, dari yang baik, ada yang terbaik. Yakni, Prof Dr Nasih,” tambah Sudi.

Dua kandidat lain, Djoko dan Umi, menjadi wakil rektor (Warek). ”Kami menawarkan dan mereka bersedia,” kata Sudi.

BACA JUGA: Hujat Saya, Maki Saya, Jika yang Saya Lakukan Tidak Sesuai...

Pengisi jabatan wakil rektor akan diputuskan melalui rapat intern Unair. Siapa yang menjadi Warek I maupun II diputuskan nanti sesuai dengan kebutuhan. Keputusan itu sesuai prediksi. Sejak awal, Nasih menjadi kandidat yang diunggulkan. Kapabilitasnya tidak diragukan sebagai wakil rektor II. Nasih juga mendapat banyak dukungan dari civitas intern maupun luar Unair.

Hal itu senada dengan yang diungkapkan bos Trans Corp Chairul Tanjung. Selaku anggota MWA, dia melihat Nasih sebagai sosok yang tepat untuk menggantikan Fasich. ”Nasih sangat memadai. Dia dapat meneruskan kepemimpinan Pak Fasich yang sudah baik. Sebuah kepemimpinan harus kontinu,” papar Chairul.

Sementara itu, ketegangan yang sempat tampak di wajah Nasih seketika berubah menjadi kelegaan setelah pengumuman MWA. 

Nasih menjadi sejarah baru dalam kepemimpinan Unair. Laki-laki asli Gresik itu menjadi rektor pertama Unair yang berasal dari fakultas ekonomi dan bisnis (FEB). 

Anggapan bahwa pemimpin Unair selalu berasal dari orang eksak runtuh seketika. ”Bersyukur sekali. Tapi, menjadi rektor juga bukan hal mudah. Ini merupakan tantangan dan ujian baru yang harus dilewati dengan baik,” ujar Nasih. (bri/c11/ayi/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sejenak Menikmati Rumah Aman Yayasan Embun Surabaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler