Kesaksian Ferdy Sambo: Putri Candrawathi Makan sebelum Bercerita soal Perkosaan

Rabu, 07 Desember 2022 – 18:18 WIB
Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Eks Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri Ferdy Sambo mengisahkan momen istrinya, Putri Candrawathi,  menceritakan dugaan pelecehan yang dilakukan mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Menurut Ferdy Sambo, pelecehan itu terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Kesaksian Bharada E Ungkap Putri Candrawathi & Brigadir J Kerap Pergi Berdua

Namun, Putri baru menceritakan hal tersebut setelah tiba di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan, sepulangnya dari Magelang  pada 8 Juli 2022

"Ya sudah, kamu mau cerita apa kejadian di Magelang?" kata Ferdy Sambo saat bersaksi pada persidangan terhadap Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (7/12).

BACA JUGA: Konon Wanita Menangis dari Rumah Ferdy Sambo Adalah Si Cantik Berseragam Cokelat

Menurut Ferdy Sambo, istrinya tidak langsung bercerita.

"Saya mau makan dahulu," kata Ferdy Sambo menirukan ucapan Putri Candrawathi.

BACA JUGA: Isu Perselingkuhan Menguat, Lebih Percaya Bharada E atau Ferdy Sambo?

Namun, Ferdy Sambo tidak menemani Putri makan. Alumnus Akpol 1994 itu mengaku masuk ke kamar terlebih dahulu.

"Ya, sudah. Saya tunggu di lantai tiga," ucap Sambo menukil jawabannya kepada Putri.

Ferdy Sambo menjelaskan Putri baru naik ke lantai tiga rumahnya setelah selesai makan.

Selanjutnya, mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri itu langsung bertanya kepada istrinya.

"Kurang ajar seperti apa Yosua?" tanya Ferdy Sambo kepada Putri.

Ferdy Sambo mengatakan istrinya malah menangis saat ditanya soal pelecehan itu.

Selanjutnya, Putri Candrawathi bercerita kepada Ferdy soal Yosua masuk ke kamarnya di Magelang.

Perempuan paruh baya itu mengaku sedang tidur di kamarnya saat salah satu ajudan Ferdy Sambo itu masuk.

"Istri saya tidur. Tiba-tiba Yosua sudah ada di depan istri saya. Istri saya kemudian kaget, tetapi kemudian Yosua mengancam," kata Ferdy Sambo.

Menurut Ferdy Sambo, saat itu pula Brigadir J memerkosa Putri  Candrawathi.

"Istri saya menyampaikan, dia (Brigadir J, red) melakukan perkosaan terhadap istri saya," ujar Ferdy Sambo.

Setelah mendengar cerita itu, Ferdy Sambo mengaku kaget. Dia beralasan akan melakukan tindakan lain seandainya Putri langsung bercerita setelah diperkosa.

"Saya kaget, karena saya tidak berpikir akan fatal seperti itu kejadiannya. Seandainya saya diceritakan malam, pasti saya akan lakukan upaya untuk mengamankan istri saya," tutur Ferdy Sambo.

Mantan perwira tinggi Polri itu mengatakan Brigadir J mengancam Putri terlebih dahulu. Selanjutnya, Brigadir J menghempaskan Putri ke tempat tidur.

"Kemudian dia (Brigadir J) melakukan pemerkosaan," ucap Ferdy Sambo.

Pengakuan Putri Candrawathi itu membuat Ferdy Sambo sangat emosi.

"Saya tidak bisa berpikir bahwa ini akan terjadi pada istri saya. Saya tidak bisa berkata-kata mendengar penjelasan istri saya itu. Dia terus menangis kemudian menyampaikan bahwa dia juga kaget kenapa Yosua berani seperti itu," kata Ferdy Sambo.

Menurut Ferdy Sambo, perbuatan mendiang Brigadir J menjadi pukulan baginya yang merupakan pejabat tinggi Polri.

"Ini merupakan pukulan yang berat buat saya, seorang pejabat Polri yang istrinya diperlakukan seperti itu," tutur Ferdy Sambo.

Saat ini Ferdy Sambo dan Putri berstatus terdakwa perkara pembunuhan terhadap Brigadir J. Terdakwa lain dalam perkara itu ialah Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Surat dakwaan menyebut Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Setelah Brigadir J tak berdaya, giliran Ferdy Sambo menggunakan pistolnya untuk memastikan salah satu ajudannya itu mati.(cr3/jpnn.com)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler