Kesannya Sunyi tapi Indah, Romantis

Rabu, 10 Februari 2016 – 00:15 WIB
Pantai berpasir putih dengan menara suar di bibir Pulau Birahbirahan Kotabaru terlihat begitu memesona. Foto: Ist for Radar Banjarmasin/JPG

jpnn.com - SELAIN Samber Gelap, Pulau Birahbirahan di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, juga merupakan lokasi wisata bahari di Kabupaten Kotabaru yang menawan.

Zalyan Shodiqin Abdi, KOTABARU

BACA JUGA: Hening, Ketika Pasangan Kekasih Menikah di Sel Tahanan

Sabtu (6/2) akhir pekan lalu  belasan anak muda berangkat dari pusat kota kabupaten ke arah Selatan. Mereka berangkat menggunakan roda dua ke Desa Tg Lalak Kecamatan Pulau Laut Selatan.

Perjalanan ke Tg Lalak memakan waktu sekitar 4 jam. Tidak mudah, karena akses jalan rusak parah. Layla dan teman lelakinya jadi korban. Mereka jatuh di Desa Semisir Kecamatan Pulau Laut Barat. Namun hanya lecet sedikit, perjalanan kembali dilanjutkan.

BACA JUGA: Ternyata, Di Tempat Inilah Sang Jenderal Menyusun Strategi Perang Melawan Jepang

Sampai di Tg Lalak, sebuah kapal sudah menanti. Kapal itu disediakan pemuda Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat, Ahmat Husain, yang menggeluti dunia travelling skala lokal. "Sewanya macam-macam tergantung besar kecilnya kapal. Untuk yang bisa angkut belasan orang ya dikisaran 800 sampai sejuta pulang pergi," kata Ahmat kepada penulis.

Sebelum berangkat ke pulau, Layla memeriksa lukanya dulu di Puskesmas. "Aman kata dokter karena lukanyan sudah kering," ujarnya.

BACA JUGA: Dulu, Sang Jenderal Sering Mandi dan Merenung di Sini

Jelang siang kapal berangkat. Ombak sedikit besar. Selama dua jam lebih sampailah kapal ke depan Pulau Birahbirahan. Air hijau, terlihat di bawah jelas gugusan terumbu karang. "Kalau di pinggir sudah rusak, yang airnya agak dalam masih bagus terumbunya," terang Husain.

Sampai di darat anak-anak muda itu berlarian, berloncatan dengan riang. Kesannya sunyi tapi indah. "Sunyi sekali tapi indah. Cocok sekali buat liburan," kata Layla.

Mereka pun lantas membuat tenda. "Kami masang tenda menjauhi arah Barat. Karena kita sudah berbatasan dengan Laut Jawa, angin Barat sekarang sedang kencang," ungkap Layla.

Setelah istirahat, makan dan lainnya, mereka pun menjejalahi pulau. Kata Layla, dengan jalan santai satu jam cukup untuk keliling pulau jalan kaki. Keunikan pulau adalah kesunyianya yang menentramkan, pasir putih yang luas, tebing dan karang yang berbentuk indah.

Pulau itu juga menyuguhkan saat-saat yang romantis. Itu mereka ketahui saat senja tiba. "Sunsetnya di pulau bagus sekali. Romantis aku bilang," kata Layla. Berhubung beberapa di antara mereka membawa kamera canggih, momen itu pun mereka abadikan dalam berbagai frame.

"Saya punya banyak foto bagus. Kalau Radar Banjarmasin mau nanti saya kirimkan," tawar Layla kepada penulis.

Layla adalah guru di Kecamatan Kelumpang Hilir. Kemudian ada Vijay yang bekerja di Tagana Kotabaru, Amud pegawai Dinsosnakertrans, Salma pegawai Disdikbud, Rahmad karyawan tambang, Ipul di KNPI dan lainnya. Mereka larut dalam api unggun, gitar dan tawa. Ada suara debur ombak, ada taburan bintang di langit.

Pagi harinya setelah urusan masing-masing dan mengisi energi dengan sarapan, mereke bersiap menyelam. Aha, ini yang ditunggu. Namun, pemandu dan operator kapal menolak. "Sayang tidak jadi nyelam ke tengah, katanya gelombang tinggi," kata Layla.

Mengalah dengan alam. Merekapun lantas melanjutkan Minggu itu dengan menyelam di pinggir. Bermain di sekitar menara suar. "Asik juga walau ndak jadi ke tengah," kata Vijay.

Puas bermain di pulau sunyi itu, mereka pulang. "Ndak nyesal saya walau sempat jatuh di Semisir. Jiwa seperti dicas lagi, segar lagi," aku Layla. (yn/ram/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wow! Ikan Patin di Danau Toba, Bisa Rp 64 Ribu per Ekor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler