Ketua DPRD yang Digerebek Berduaan dengan Sespri Itu Meminta Maaf, Begini Ceritanya

Rabu, 21 April 2021 – 01:52 WIB
Ketua DPRD Pasaman Barat PH (celana putih) meminta maaf kepada warga atas dugaan melanggar kesalahan yang membuat warga Jorong Kampung Cubadak Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman merasa resah. Surat pernyataan minta maaf itu dibacakan ajudannya Torang di Kantor DPC Gerindra Pasaman Barat, pada Selasa (20/4) dinihari. Foto: ANTARA/Altas Maulana

jpnn.com, SIMPANG EMPAT - Ketua DPRD Pasaman Barat, Sumatera Barat berinisial PH bersama wanita yang merupakan sekretaris pribadinya digerebek warga saat berduaan di kantor Partai Gerindra setempat, Senin malam (19/4/2021).

Video kejadian tersebut kini menjadi perbincangan di media sosial. Atas kejadian itu, PH telah menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jorong Kampung Cubadak Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman.

BACA JUGA: Gagal Menyalip, Yusrina Tewas Terlindas Truk di Kawasan Industri Medan

Surat pernyataan itu dibuat oleh Ketua DPRD setelah dirinya bersama sekretaris pribadinya diamankan warga dan aparat kepolisian serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasaman Barat di Kantor Gerindra pada Senin (19/5) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Surat pernyataan itu dibacakan oleh ajudannya Torang di hadapan petugas dan warga Jorong Kampung Cubadak di Kantor DPC Gerindra Selasa (20/4) sekitar pukul 00.16 WIB.

BACA JUGA: Bripka Ade Prayoga Bersimbah Darah Dibacok Riko Supandi, Pakai Parang

Dalam surat pernyataan itu disebutkan kesalahan itu menyebabkan pemuda atau warga setempat menjadi salah paham.

Untuk itu ia mengaku salah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Ia atas nama pribadi beserta pihak keluarga AS memohon maaf sebesar-besarnya kepada pemuda khususnya warga Kejorongan Kampung Cubadak.

BACA JUGA: Kejati Sumut Tetapkan Sugianto jadi Buronan

"Saya tidak ada niat membuat warga masyarakat salah paham. Demikianlah surat pernyataan ini saya buat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih," katanya.

Surat pernyataan itu ditandatangani oleh PH, orang tua perempuan A dan Jorong Kampung Cubadak Roby.

"Menurut pengakuannya tidak berbuat apa-apa hanya berdua di dalam kantor itu. Saat pemuda dan warga datang bapak itu langsung membuka pintu dan langsung keluar," kata Roby.

Ia mengatakan keduanya ditemukan berduaan di dalam kantor dalam kondisi tidak telanjang atau masih memakai baju. Sehingga sanksinya hanya membuat surat pernyataan permintaan maaf dan tidak ada sanksi lainnya.

Sementara itu Kepala BNN Pasaman Barat Irwan Effendry mengatakan awalnya bersama Satuan Reskrimnarkoba Polres Pasaman Barat melakukan penggerebekan pada Kantor DPC Gerindra setempat pada Senin (19/4) malam.

"Benar, kami bersama jajaran Polres Pasaman Barat serta masyarakat menggrebek kantor Gerindra karena ada laporan penyalahgunaan narkoba," katanya.

Menurutnya info dari masyarakat ada penyalahgunaan narkoba. Sesuai arahan Kepala Polres Pasaman Barat, tim gabungan langsung menuju kantor itu.

Sesampai di lokasi kondisi kantor tertutup dan saat itu pintu dibuka oleh Ketua DPRD Pasaman Barat.

Setelah pintu dibuka oleh Ketua DPRD pihaknya menggeledah dan diperiksa dalam kantor itu tidak ditemukan sedikitpun jenis narkoba dan jenis lainnya.

Kemudian pemuda dan warga sekitar berdatangan dan menemukan seorang perempuan di dalam kantor itu, tepatnya di kamar tempat sholat.

“Kami tidak bisa melakukan tes urine karena tidak ada dasar melakukannya karena tidak menemukan sedikitpun barang bukti baik narkoba ataupun alat pendukung lainnya. Kalau persoalan ada wanita di dalamnya itu urusan pemuda setempat untuk menyelesaikannya," sebutnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Satuan Satreskrim Narkoba Iptu Eri Yanto dimana penggerebekan dilakukan karena ada laporan masyarakat indikasi penyalahgunaan narkoba di kantor Gerindra.

"Sesuai arahan pimpinan maka kami bersama BNNK turun melakukan penggerebekan namun tidak ditemukan barang bukti narkoba atau narkotika," katanya.

Pantauan langsung di lapangan penggerebekan itu menjadi perhatian warga sekitar. Apalagi diduga ditemukan Ketua DPRD bersama seorang perempuan di dalam kantor tersebut.

BACA JUGA: Gagal Menyalip, Yusrina Tewas Terlindas Truk di Kawasan Industri Medan

Saat berupaya dikonfirmasi ke Ketua DPRD Pasaman Barat PH di lokasi kejadian, ia tidak bersedia dan langsung pergi menuju mobilnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler