Ketua DPW PAN Malut Mengundurkan Diri, Ini Masalahnya, Oalah

Selasa, 02 Mei 2023 – 11:17 WIB
Ketua DPW PAN Maluku Utara Iskandar Idrus menunjukkan surat pengunduran dirinya yang diajukan kepada Ketum PAN Zulkifli Hasan saat menggelar konferensi pers, Senin (1/5). Foto: Abdul Fatah/Antara

jpnn.com, TERNATE - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Maluku Utara (Malut) Iskandar Idrus mengundurkan diri dari jabatan.

Pengunduran diri itu dilakukan Iskandar setelah namanya dicoret dari daftar bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI Dapil Malut.

BACA JUGA: Video Pria Membanting Anak Balita Viral, Mahfud MD: Biadab Itu

"Sikap ini sudah saya sampaikan secara resmi dalam bentuk surat pernyataan mundur yang sudah saya serahkan langsung ke Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan," kata Iskandar di Kantor DPW PAN Malut, di Ternate, Senin.

Dia mengaku menyerahkan surat pengunduran diri itu kepada Zulhas -sapaan ketum PAN pada Minggu (30/4) siang pukul 14.00 WIB di Komplek Widya Candra, Jakarta.

BACA JUGA: Ternyata AKBP Achiruddin Hasibuan Sudah Lama Jadi Centeng Gudang Minyak Ilegal

Iskandar menyebut ada dua alasan dirinya mundur dari ketua DPW PAN Malut. Pertama, tidak diakomodasi oleh Ketum Zulkifli Hasan dalam daftar bacaleg DPR RI di Pemilu 2024 dari tiga nama yang diakomodasi.

Di antara nama itu ialah mantan anggota DPD RI dua periode, Abdurahman Lahabato, mantan Bupati Kabupaten Halmahera Utara dua periode dan Nita Budi Susanti, istri (alm) Sultan Ternate ke - 48 Mudaffar Sjah.

BACA JUGA: Ternyata Ini Status Jimly Asshiddiqie dan Marzuki Alie di Gerindra

Alasan kedua, yakni nama Nita Budi Susanti yang diakomodasi dalam daftar bacaleg DPR RI.

Dia menjelaskan masuknya Nita Budi Susanti ditakutkan terjadi instabilitas politik, khususnya di Kota Ternate berkaitan sering terjadinya pro dan kontra sosok perempuan itu di internal Kesultanan Ternate.

"Saya tidak bisa membayangkan kalau misalkan Nita Budi Susanti tetap hadir ke sini, bisa saja mengganggu stabilitas politik di kota Ternate," ujar dia.

Oleh karena itu, Iskandar dalam kepemimpinannya tidak mau melibatkan diri dalam konflik yang ada di Kesultanan, sehingga dia memilih mundur ketimbang tetap menjabat ketua DPW PAN Malut.

Iskandar juga mengungkap bahwa setahun lalu dirinya dijanjikan untuk maju dan ada dalam komposisi bacaleg, namun nyatanya tidak.

Hal itu membuat Iskandar kecewa, terlebih dia sudah hampir setahun intensif melakukan konsolidasi lewat di media massa maupun medsos, tetapi tiba-tiba disampaikan bahwa dirinya tidak masuk sebagai bakal caleg DPR RI.

Menurut Iskandar, keputusan DPP PAN itu bertentangan dengan yang disampaikan satu tahun yang lalu.

"Saya meyakini keputusan ini kiranya bertentangan dengan prinsip-prinsip saya, sehingga saya memutuskan mundur," ucapnya.

Guna mengisi kekosongan jabatan ketua DPW PAN Malut, Sekretaris DPW PAN Malut, Zamrud Wahab diposisikan sebagai pelaksana sementara sambil menunggu penunjukan Plt DPW PAN Malut dari DPP PAN.(antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler