Ketua KPSN Beber 3 Pelajaran Penting dari Penundaan Laga PSM vs Persija

Minggu, 04 Agustus 2019 – 11:36 WIB
Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono. Foto: KPSN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono berharap laga PSM Makassar versus Persija Jakarta pada leg kedua final Piala Indonesia 2018/2019 berjalan lancar, aman, dan sportif.

“Sepak bola itu mempersatukan, bukan menceraikan,” ujar Suhendra di Jakarta, Minggu (4/8/2019).

BACA JUGA: Leg Kedua Final Piala Indonesia Ditunda, Jadwal PSM Makin Sibuk

Laga PSM versus Persija sedianya digelar di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (28/7). Akan tetapi, PSSI memutuskan menunda laga itu karena faktor keamanan setelah ada intimidasi ke Persija dari oknum suporter.

BACA JUGA: PSSI Sebaiknya Gandeng KPSN untuk Perbaiki Persepakbolaan Indonesia

BACA JUGA: PSM Makassar vs Persija Ditunda, PSSI: Jangan Salahkan Sistemnya

Suhendra juga mengimbau semua pihak, terutama PSSI, tidak paranoid menghadapi laga bergengsi itu. Dia meyakini para suporter kedua tim sudah dewasa dan memiliki hubungan yang baik.

"Kemarin sempat ada intimidasi terhadap Persija, itu hanya ulah segelintir oknum suporter. Di luar lapangan, hubungan mereka baik-baik saja,” jelas Suhendra.

BACA JUGA: Final Piala Indonesia: PSM Minta Tetap Main di Makassar, Persija Usulkan tanpa Penonton

Suhendra juga mengapresiasi langkah Polrestabes Makassar yang memberikan jaminan keamanan dalam laga tunda tersebut.

Polisi sudah melakukan antisipasi pengamanan, mulai jalur yang akan dilalui Persija saat kedatangan maupun kepulangan, hingga keamanan berlapis di area stadion saat laga berlangsung, mulai ring satu, dua, dan tiga.

Dia yakin masyarakat Makassar akan menjadi tuan rumah yang baik dan menjaga pertandingan sehingga berlangsung dengan aman dan tertib.

“Masyarakat Makassar itu santun, menghargai tamu dan mampu menjaga keamanan dan ketertiban. The Jakmania pun demikian, akan menjadi tamu yang baik yang menghormati tuan rumahnya," paparnya.

Dari laga PSM versus Persija yang sempat tertunda itu, sambung Suhendra, ada pelajaran yang bisa dipetik.

Pertama, PSSI tak boleh lagi tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Kedua, perlu ada lembaga khusus untuk mengedukasi suporter.

Ketiga, sosok calon ketua umum PSSI yang berpengalaman di bidang keamanan makin menemukan relevansinya untuk didukung.

“Penundaan pertandingan kemarin terjadi akibat kurang koordinasinya PSSI dengan aparat keamanan,” kata pendiri Hadiekuntono’s Institute (Research, Intelligence, Spiritual) itu. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Imbas Perubahan Jadwal Final Piala Indonesia, Laga Liga 1 Pun Tertunda


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler