Ketua MPR Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bahu Membahu Atasi Bencana Alam

Minggu, 17 Januari 2021 – 13:03 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Humas MPR.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesaatyo menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas sejumlah musibah bencana alam di tanah air yang menyebabkan timbulnya korban jiwa dan kerugian materiil.

Bamsoet, panggilan akrabnya, berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bahu membahu membantu para korban serta mengatasi bencana yang terjadi.

BACA JUGA: BNPB Minta Masyarakat Pesisir di Sulbar Waspada pada Gempa Bumi Susulan

"Tahun 2021 baru memasuki pertengahan bulan Januari, namun sudah banyak terjadi bencana alam di Indonesia. Untuk itu, saya mengimbau agar kita semua tetap waspada," kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (17/1).

Menurut dia, berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 136 bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang periode 1-16 Januari 2021.

BACA JUGA: Tolong, Warga Pengungsi Banjir Kalsel Butuh Sejumlah Bantuan Ini

"Dari 136 bencana alam itu, sudah merenggut setidaknya 80 korban jiwa dan 858 orang luka-luka," ujar Bamsoet.

Ketua ke-20 DPR RI ini menuturkan bencana alam terbanyak yang terjadi adalah banjir sebanyak 95, tanah longsor 25, puting beliung 12, gempa bumi dua, dan gelombang pasang dua kejadian.

BACA JUGA: Cerita Bamsoet Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Sakit?

Akibat ratusan bencana alam itu, sebanyak 405.584 orang terdampak dan mengungsi.

Belum lagi dua bencana besar berupa banjir di Kalimantan Selatan yang mengakibatkan setidaknya lima orang meninggal dan 112 ribu orang mengungsi.

Serta, gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang Sulawesi Barat yang menyebabkan 56 orang meninggal dunia dan 637 orang luka-luka.

Karena itu, kepala Badan Bela Negara FKPPI ini meminta Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan BNPB melaksanakan proses evakuasi yang aman bagi warga yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Sekaligus menyiapkan tempat penampungan bagi warga, bantuan-bantuan yang dibutuhkan para korban bencana seperti tenda, selimut, obat-obatan, serta dapur umum dan MCK.

"Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan harus segera membangun posko kesehatan serta menyediakan tenaga medis yang mumpuni dalam menangani korban, baik korban banjir maupun korban gempa. Sehingga warga yang sakit maupun yang terluka dapat segera tertangani dengan baik," papar Bamsoet.

Wakil ketua umum Pemuda Pancasila ini melanjutkan Kemensos juga harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan operasi tanggap darurat terkait penanganan gempa maupun banjir.

Sekaligus memperkuat upaya pencegahan penanggulangan bencana di setiap daerah terutama di daerah yang berkategori risiko tinggi bencana.

Sehingga, dampak bencana dapat diminimalisasi guna melindungi masyarakat dan meminimalisi kerugian serta kerusakan kalai suatu hari bencana terjadi. 

"Saya juga mendesak BNPB, BPBD dan Tanaga dapat mengoptimalkan jumlah petugas dan relawan yang disebar ke daerah-daerah terdampak banjir maupun gempa, agar pelaksanaan penyelamatan serta pemberian bantuan kepada korban dapat dilaksanakan secara paripurna," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler