Ketua Panitia: Reuni Akbar 212 Bukan Acara Gagah-gagahan

Kamis, 21 November 2019 – 22:10 WIB
SALAT MAGRIB: Para peserta Malam Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2) tengah melaksanakan salat Magrib berjemaah. Foto: M Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Panitia Reuni Akbar 212 Yusuf Muhammad Martak menyebut Reuni Akbar 212 bukanlah acara gagah-gagahan umat Islam. Menurut dia, Reuni Akbar 212 ialah acara umat untuk berdoa bersama dengan iringan zikir.

Yusuf Martak menyampaikan hal itu ketika menggelar keterangan resmi terkait Reuni Akbar 212 di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).

BACA JUGA: PA 212 Curiga Ahok Jadi Bos BUMN sebagai Balas Budi dari Jokowi

"Reuni 212 bukanlah sekadar ajang unjuk kekuatan dan bukan ajang gagah-gagahan, kami berkumpul di satu momen, di satu titik pertemuan dengan tujuan munajat, berdoa, dengan iringan zikir," kata Martak, Kamis.

Martak menuturkan, Reuni Akbar 212 akan diawali Salat Tahajud. Setelah itu, acara diisi dengan Salat Subuh berjamaah yang kemudian diisi dengan tausiah dari ulama.

BACA JUGA: Bang Emrus Sebut Aksi Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok Sarat Agenda Terselubung

"Reuni akbar 212 tahun 2019 akan dimulai Tahajud bersama, Salat Subuh, pembacaan maulid nabi, dan bermunajat kepada Allah SWT. Insyaallah acara kami akhiri pada pagi hari," terang Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) itu.

Namun, Martak belum bisa membeber ulama yang mengisi tausiah di Reuni Akbar 212. Dia hanya menjelaskan isi tausiah berisikan tentang semangat NKRI.

BACA JUGA: KPK Ringkus Umar Ritonga Sang Makelar Suap Eks Bupati Labuhanbatu

"Mendengar tausiah para alim ulama yang masih istikamah selalu menjaga keutuhan NKRI, negeri yang berdiri tegak atas perjuangan ulama dan rakyat melawan kolonialisme. Maka sebuah kewajaran ulama bersama umat, tetap menjaga semangat jihad tersebut, semangat menjaga Indonesia bebas dari ancaman kolonialisme gaya baru," timpal dia. (mg10/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler