Kiai Maman Kritik Presiden Jokowi soal Bipang Ambawang

Sabtu, 08 Mei 2021 – 21:14 WIB
KH Maman Imanulhaq. Foto: dokumentasi pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq mengkritik Presiden Joko Widodo yang mempromosikan Bipang Ambawang Kalimantan dalam konteks Lebaran.

Kiai Maman protes lantaran Bipang alias Babi Panggang Ambawang tidak tepat dijadikan makanan saat Idulfitri.

BACA JUGA: Soal Bipang Ambawang, Mufti Anam Minta Mendag Tak Bikin Jokowi Pusing

"Fitri itu kembali suci. Bipang itu babi. Masa Idulfitri pesan online Goreng Babi," ucap Kiai Maman mengkritisi pernyataan Presiden Jokowi.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka itu mengaku terkejut, bagaimana mungkin Presiden Jokowi mempromosikan makanan yang haram dikonsumsi umat Islam dalam konteks ucapan Lebaran dan larangan mudik.

BACA JUGA: Heboh Kedatangan Puluhan WN China, Begini Penjelasan Kemenkumham

"Saya sangat menyayangkan statemen Jokowi yang menyebut Bipang Ambawang sebagai salah satu kuliner yang perlu dipesan lewat online saat Lebaran bagi yang saat ini tidak boleh mudik," ujar mantan direktur TKN Jokowi Amin itu.

Bipang merupakan makanan berbahan babi yang terkenal lezat. Tetapi Kiai Maman mengingatkan apa pun jenis kuliner yang berbahan bahkan ada unsur babi-ya, haram dikonsumsi umat Islam.

BACA JUGA: Pria Ini Melihat Ayahnya Mengubur Sebuah Benda, Dilaporkan ke Prajurit Kostrad

Oleh karena itu Kiai Maman meminta Presiden Jokowi mengevaluasi tim komunikasinya. Sebab, hal sensitif seperti itu jangan sampai merusak reputasi Kepala Negara.

"Pembuat brief dan teks dalam pidato Presiden adalah pihak yang paling bertanggung jawab," pungkas Kiai Maman.

Bipang Ambawang menjadi sorotan setelah Presiden Jokowi mempromosikan kuliner asal Pulau Kalimantan itu melalui sebuah video yang disiarkan di salah satu stasiun TV swasta. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler