Kiai Maman PKB Peringatkan Menag Yaqut Cholil, Jangan Bikin Gaduh

Kamis, 24 Februari 2022 – 12:47 WIB
Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq saat bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyesalkan pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang terkesan membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq mengatakan parpol pimpinan Muhaimin Iskandar meminta Menag Yaqut Cholil tidak melulu membuat gaduh dengan pernyataan-pernyataannya yang kontroversial.

BACA JUGA: Hendri Tanggapi Menag Yaqut: Apakah Gonggongan Anjing Panggilan untuk Ibadah?

PKB juga meminta pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu untuk fokus saja pada kerja dan ikhtiarnya dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama menuju visi Presiden Ketujuh RI itu.

"PKB meminta Menteri Agama untuk mengurusi hal yang substansial daripada sekadar toa, apalagi bicara yang ngawur," kata Kiai Maman dalam keterangan yang diterima JPNN.com pada Kamis (24/2).

BACA JUGA: Soroti Pernyataan Menag Yaqut soal Gonggongan Anjing, Chandra Bicara Unsur Pidana

"PKB minta Menteri Agama bisa membatasi pernyataan-pernyataannya agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka itu.

Menurut Kiai Maman, PKB menilai pernyataan-pernyataan dengan tanpa menimbang sensitifitas kemajemukan masyarakat justru kontradiktif terhadap upaya kerja yang digaungkan pemerintahan saat ini.

BACA JUGA: Begini Kalimat Lengkap Menag Gus Yaqut tentang Pelantang Masjid dan Gonggongan Anjing

Terlebih lagi, Presiden Jokowi berkali-kali mengingatkan kepada jajaran pemerintah pusat untuk menggunakan cara-cara komunikasi yang baik.

PKB pun selalu mendukung pemerintahan Presiden Jokowi bersama Wapres Ma'ruf Amin yang kini tengah serius membangun infrastruktur yang merata serta SDM unggul.

"Jangan malah pembantu presiden membebani pemerintahan dengan urusan-urusan atau isu yang tidak esensi, kontraproduktif, dan kontroversial," ucap Kiai Maman.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan tentang aturan penggunaan pelantang suara di masjid yang menuai protes.

Menag Gus Yaqut mengatakan pengaturan itu bertujuan agar hubungan antarumat beragama lebih harmonis.

Mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB itu menyebutkan bahwa tanpa adanya pengaturan soal kebisingan suara dari pelantang masjid bisa mengganggu orang lain.

BACA JUGA: Penjelasan Kemenag soal Pernyataan Gus Yaqut tentang Pengeras Suara & Gonggongan Anjing

"Kita bayangkan, saya muslim, saya hidup di lingkungan nonmuslim, kemudian rumah ibadah mereka membunyikan toa sehari lima kali dengan keras secara bersamaan, itu rasanya bagaimana?" ucap Yaqut di Pekanbaru, Riau, Rabu.

Dia selanjutnya memberikan contoh lainnya, yakni gonggongan anjing. Orang bisa terganggu jika banyak anjing yang menggonggong di waktu bersamaan.

"Contohnya lagi, misalkan tetangga kita, kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya, menggonggong di waktu yang bersamaan, kita terganggu tidak? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi gangguan," tutur Yaqut Cholil Qoumas. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler